suarasurabaya.net

Alumnus UK Petra Buat Aplikasi Pengurusan Kematian
Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 03 Oktober 2019 | 16:31 WIB

Alumnus Tenik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Antara
suarasurabaya.net| William Liem Coln Alumnus Tenik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya membuat aplikasi daring yang diberi nama "Solusi Duka" untuk mempermudah pengurusan bagi orang yang meninggal dunia.

William ditemui di acara "Business Matching" yang digelar UK Petra di Surabaya mengatakan, aplikasi Solusi Duka merupakan sebuah marketplace yang sengaja dia ciptakan. Karena selama ini banyak masyarakat yang kebingungan mencari perlengkapan kematian untuk kerabatnya.

"Kematian itu pasti terjadi. Misalnya ada orang tua meninggal di rumah, anak akan bingung mau telpon polisi atau ambulans," katanya, dilansir Antara, Kamis (3/10/2019).

Pada aplikasi Solusi Duka terdapat pilihan fitur untuk memilih tempat makam, jasa peti, kremasi, rumah abu, persemayaman dan lainnya. Sebab selama ini masyarakat bingung memilih peti mana yang bagus untuk digunakan keluarganya.

"Selama ini tidak ada pameran peti mati se-Indonesia seperti pameran rumah. Jadi ini untuk membantu masyarakat juga membantu UMKM yang selama ini berjualan peti mati, dan lainnya. Karena semua kategori yang diperlukan ada di aplikasi ini," ucapnya.

Lebih lanjut, William menjelaskan, jika masyarakat bingung memilih ada fitur Quick Start yang berisi kebutuhan apa saja yang diperlukan saat kematian kerabatnya, seperti makanan, peti atau tanah pemakaman.

"Di fitur itu kita bisa membedakan, antara makan satu dengan yang lain apakah halal atau tidak. Jika saat ini di dunia tradisional belum ada. Mencari kuburan pun seperti mencari rumah, ada kluster," ujarnya.

Di aplikasi ini, masyarakat bisa memilih dengan cara apa mereka membayar kebutuhan pemakaman. Bisa melalui transfer pakai kartu kredit atau Gopay bisa.

"Harapannya kami bisa memberi solusi di kala kedukaan. Kami harap bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan sehingga selaras dengan visi Indonesia yang baru," ujarnya.

Sementara itu, Asril Fitri Syamas Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) memuji aplikasi Solusi Duka. Menurutnya aplikasi tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat untuk mengurus kebutuhan pemakaman keluarganya.

"Aplikasi ini justru bagus. Karena rumah duka kan mitranya banyak. Seperti Gojek misalnya, dia mengembangkan aplikasi fitur lain. Ini kan mulai dari kematian, pengurusan makam dan ambulans," kata Asril.

Asril menyebut, belum ada aplikasi marketplace yang fokus pada pengurusan kebutuhan kematian orang lain. Aplikasi serupa pernah ada tapi terbatas layanan dan tidak menempatkan sebagai marketplace.

"Kalau ini kan marketplace yang mempertemukan supplier dan yang membutuhkan. Barangkali ini yang pertama. Sangat bagus tentu," kata dia.(ant/ang/ipg)
top