suarasurabaya.net

Pemprov-PWNU Jatim Siapkan Pendidikan Gratis untuk Anak Pengungsi Wamena
Laporan Denza Perdana | Jumat, 18 Oktober 2019 | 16:32 WIB

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Foto: dok./Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pemprov Jatim bersama Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menyiapkan skenario pendidikan gratis bagi anak-anak pengungsi dari Wamena, Papua.

Menurut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, rencananya anak-anak usia SMP, Tsanawiyah, SMA/SMK dan Aliyah akan disekolahkan ke sejumlah pondok pesantren milik PWNU Jatim secara gratis.

"Kami sudah musyawarah dengan pengurus PWNU yang punya pondok pesantren untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi putra putri perantau (pengungsi) asal Jatim dari Wamena," ujarnya.

Khofifah mengatakan ini saat menyambut 435 pengungsi Jatim dari Wamena yang menumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo, Kamis (17/10/2019).

Skenario itu, kata Khofifah, untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak asal Jatim yang kembali ke kampung halaman akibat kerusuhan di Wamena.

Khofifah tidak ingin aktivitas dan proses pendidikan anak-anak itu terhambat atau bahkan terhenti ditengah jalan.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Wamena cukup meninggalkan trauma mendalam bagi warga Jatim. Tidak terkecuali anak-anak yang kehilangan waktu bersekolah.

"Mereka tinggal masuk saja, Pemprov akan membantu prosesnya. Yang penting mereka bisa tetap bersekolah dan meraih cita-citanya. Mereka ini kan generasi penerus Indonesia," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan itu Khofifah juga melepas kepulangan seluruh perantau asal Jatim dari Wamena ke kampung halamannya masing-masing.

Ada 12 bus dan sejumlah elf yang 435 orang pengungsi asal Jatim itu ke sejumlah daerah asal mereka dari Asrama Transito Disnakertrans Jatim di Surabaya, kemarin.

Para pengungsi Wamena itu berasal dari 23 Kabupaten/Kota di Jatim. Di antaranya dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Trenggalek.

Pemprov Jatim memberikan bantuan berupa uang tanggap darurat, pakaian siap pakai dan sembako.

"Mereka didampingi tim dari Dinas Sosial dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim mulai dari proses turun kapal sampai pemulangan. Nanti mereka akan diterima Dinsos setempat," ujar Khofifah.

Sampai sekarang, sudah ada lima kloter perantau Jatim dari Wamena yang kembali pulang ke Jawa Timur. Rombongan pertama datang melalui Semarang sejumlah 43 orang. Lalu pada 2 Oktober lewat Bandara Malang 121 orang, juga melalui bandara Juanda sejumlah 41 orang.(den/tin/ipg)
top