suarasurabaya.net

BEM Unair Sampaikan 5 Pernyataan Sikap Jelang Pelantikan Presiden
Laporan Agustina Suminar | Jumat, 18 Oktober 2019 | 21:38 WIB

Agung Tri Putra Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa Unair saat menyampaikan pernyataan sikap di Universitas Airlangga, Jumat (18/10/2019). Foto: Humas Unair
suarasurabaya.net| Menjelang pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2014 pada tanggal 20 Oktober mendatang, Badan Ekskutif Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) mengeluarkan lima sikap terkait berbagai isu politik yang banyak berkembang.

Agung Tri Putra Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa Unair yang didampingi M. Nasih Rektor Universitas Airlangga, menyampaikan bahwa BEM Unair akan ikut menjaga kondusivitas sosial politik di Indonesia.

"BEM Universitas Airlangga secara mendalam ikut prihatin atas kondisi kebangsaan terkini dan mendesak kepada pemerintah untuk menuntaskan agenda reformasi," kata Agung saat membacakan tuntutan yang pertama berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.

Kedua, BEM Unair ikut mendukung suasana harmoni, damai, dan kondusif, serta menolak dan mengutuk segala bentuk tindak kekerasan, kriminaslisasi, dan antitoleransi.

"Demokrasi tidak dibangun atas dasar antitoleransi. Paham antitoleransi harus diusir jauh dari bumi Indonesia," ujarnya di Universitas Airlangga, Jumat (18/10/2019).

Ketiga, BEM Unair mengajak seluruh pihak potensial bangsa untuk bersama mencari solusi problematika kerakyatan, keamanan, pangan, krisis air, politik, sosial, terutama ekonomi, dalam prespektif di era revolusi industri 4.0. Hal ini untuk mempersempit kesenjangan sosial serta mengorbankan perang terhadap agenda kemiskinan.

Keempat, BEM Unair mengajak seluruh eksponen bangsa, terutama pada kaum politisi, untuk mengembangkan jiwa kenegarawanan yang semakin menjauh dengan mengutamakan kepentingan keselamatan bangsa dan negara, daripada mengembangkan dan menumbuhkan politik golongan dan kelompok.

Kelima, BEM Unair mendesak kepada pemerintah untuk segera cepat dan simultan dan ekstra serius untuk menyiapkan regenerasi bangsa secara apik, konferhensif untuk menyiapkan generasi unggul untuk menuju Indonesia jaya.

Agung menyampaikan, inti dari kelima sikap tersebut adalah tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia atas segala hal.

"Jadi, kita harus tanamkan adalah semangat berbangsa dan bernegara dan merawat kesatuan bangsa Indonesia. Jadi, semangatnya adalah memersatukan Indonesia," ujarnya.


M. Nasih Rektor Unair (kiri) bersama Agung Tri Putra Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa Unair. Foto: Humas Unair

Sementara itu, M. Nasih Rektor Unair juga mengimbau seluruh pihak tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan sikap kedewasaan dalam menyikapi keberbedaan.

Di sisi lain, ia juga berharap agar momen pelantikan 20 Oktober 2019 dapat berjalan dengan lancar, tanpa tercederai oleh peristiwa kurang dewasa yang justru merugikan bangsa Indonesia.

"Mari kita tunjukkan kedewasaan kita dalam berpolitik, kedewasaan kita berdemokrasi, kedewasaan kita berakademisi, dan kedewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara," imbuhnya.(tin/ipg)
top