suarasurabaya.net

Solusi Duka Diluncurkan Bareng Peringatan Sumpah Pemuda
Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 28 Oktober 2019 | 12:23 WIB

Penghargaan MURI diberikan pada starup Solusi Duka binaan IBT Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Startup Solusi Duka asuhan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Petra, Senin (28/10/2019) bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda mendapatkan penghargaan MURI sebagai marketplace kedukaan pertama di Indonesia.

"Pemberian penghargaan oleh Osmar Semesta Susilo,MIB., Wakil Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertepatan dengan upacara peringatan Sumpah Pemuda 2019 agar memberikan semangat berkarya dan memberi dampak pada masyarakat sebagai digital leaders di era revolusi industri 4.0 yang disruptive ini," terang Felecia S.T., M.Sc., Asisten Manajer Komersialisasi IBT Petra.

Solusi Duka ini merupakan marketplace kedukaan pertama di Indonesia yang didirikan di awal tahun 2019 oleh William Liem Coln, seorang alumni UK Petra Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Angkatan 2005.

Apa itu Solusi Duka? Sebuah marketplace yang memberikan layanan sekaligus mempertemukan para calon pengguna dan penyedia barang jasa layanan kedukaan yang diakses melalui website solusiduka.com.

Kematian pasti terjadi pada siapapun, kata William Liem Coln dan biasanya membahas kedukaan masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu. Maka dari itu, tak jarang ketika menghadapi masalah kedukaan orang tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Keterbukaan informasi dan kesempatan untuk mempromosikan barang dan jasa kedukaan juga sangat terbatas, sehingga penyedia jasa kurang memiliki kesempatan untuk mengembangkan transaksi usahanya. Kami hadir membantu dengan memberikan solusi atas masalah yang berkaitan dengan kedukaan ini," urai William.

William mendapatkan ide Solusi Duka setelah beberapa kali harus membantu keluarga dan relasinya yang menghadapi masalah kedukaan. Dari sanalah jiwa sosialnya muncul untuk membantu orang lain yang membutuhkan informasi dan layanan ini.

Melalui website SolusiDuka.com pengguna dapat menemukan layanan kedukaan yang dibutuhkan sesuai dengan agama dan tradisi masing-masing hanya dengan klik di website kapanpun dan dari komputer atau ponsel bahkan tablet.

Solusi Duka akan terus bekerjasama juga dengan UMKM dan perusahaan penyedia layanan kedukaan di setiap kota. Melalui kerjasama ini Solusi Duka ingin membantu mengembangkan UMKM agar bisa bersaing dengan perusahaan penyedia barang dan jasa yang lain.

"Sehingga aplikasi ini dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat, dan mendukung pencapaian VISI pemerintah Indonesia. Pengrajin asli tetap mendapatkan keuntungan karena bertransaksi langsung dengan end user. Juga mendorong pejuang muda dan pejuang ekonomi agar bergerak untuk bekerja dan memiliki penghasilan di blue ocean ini," papar William yang lahir tahun 1988 tersebut.(tok/rst)
top