suarasurabaya.net

Science Film Festival 2019 Digelar di SMAN 15 Surabaya
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 30 Oktober 2019 | 18:52 WIB

Pembukaan Science Film Festival 2019 di SMAN 15 Surabaya. Foto: Humas SMAN 15 Surabaya
suarasurabaya.net| Sejumlah film-film bermutu dijadwalkan bakal digelar pada Science Film Festival 2019 yang digelar di 51 kota di Indonesia, termasuk hadir di SMAN 15 Surabaya menghadirkan film-film bermutu dan menarik dengan tema Humboldt dan Jaring Kehidupan.

Alexander von Humboldt tokoh multitalenta Jerman merevolusi konsep alam dengan pendekatan ilmiah terhadap alam sebagai jaring kehidupan yang saling terkait, dan mengilhami tidak terhitung banyaknya saintis, ahli lingkungan, penulis dan seniman.

Pada peringatan hari ulang tahun ke 250 Humboldt, sudut pandang tersebut kini lebih dibutuhkan dibanding kapan pun sebelumnya; perlu ada kesadaran bahwa segala sesuatu itu saling terhubung dan bahwa kerusakan yang ditimbulkan di satu tempat selalu membawa implikasi di tempat lain dan juga bagi keadaan secara keseluruhan.

Barangkali ini dapat mendorong kemunculan berbagai alternatif dalam bentuk pemikiran sistem keseluruhan dan upaya pemulihan alam. Rasa hormat Humboldt bukan saja kepada alam berikut keajaiban yang terkandung di dalamnya, tetapi juga kepada alam sebagai suatu sistem yang mencakup kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan, sudah saatnya diperhatikan kembali dan diimplementasikan di zaman ini.

Dengan tema Humboldt dan Jaring Kehidupan, Science Film Festival 2019 mencoba menyoroti relevansi pendekatan kompleks ini di abad ke 21, khususnya bagi pelajar dan orang muda, serta berupaya meningkatkan kesadaran mengenai isu lingkungan, perubahan iklim, dan kelestarian.

Sejak edisi pertamanya pada tahun 2005, festival yang diselenggarakan oleh Goethe Institut ini secara konsisten mempromosikan literasi sains kepada kaum muda di Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika Utara, Amerika Latin, Afrika Sub Sahara dan Timur Tengah melalui komunikasi berbasis pengetahuan yang menghibur.

Dalam perjalanan waktu, festival ini telah mengukuhkan diri sebagai acara terbesar di dunia dalam kategori ini, dengan lebih dari satu juta pengunjung di 18 negara selama edisi tahun 2018, termasuk lebih dari 80.000 pengunjung di Indonesia.

Tahun ini, Science Film Festival dijadwalkan mengunjungi 51 kota di seluruh Nusantara mulai 22 Oktober 2019 hingga 24 November 2019, didukung Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, inisiatif PASCH (Sekolah: Mitra menuju Masa Depan) dan sejumlah pihak pendukung lainnya.

Science Film Festival 2019 dijadwalkan juga akan menyajikan 13 film dari tujuh negara yang menyapa anak-anak Indonesia dan secara edukatif dan menghibur menghubungkan mereka dengan sains, di samping menyediakan program interaktif berupa eksperimen dan lomba.

Semua film disulihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan penonton memahami konten.

Di Jawa Timur, Science Film Festival 2019 digelar di Bondowoso, Malang, Sidoarjo dan Surabaya. Sedangkan di Kota Surabaya, kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 15, SMAN 5 Surabaya dan Wisma Jerman.

Rabu (30/10/2019) seremonial pembukaan Science Film Festival 2019 di SMAN 15 Surabaya dihadiri langsung oleh Maximilian Harnecker Kepala Bidang Bahasa di Wisma Jerman, Surabaya.

"Untuk hari pertama, pada sesi 1 kami undang siswa SDN Dukuh Menanggal 01 dan SDN Menanggal 601, dan sesi 2 kami undang siswa SMPN 22 dan SMPN Kemala Bhayangkari I," terang Yetty Sofianah pengajar Bahasa Jerman di SMAN 15 Surabaya.(tok/dwi)
top