suarasurabaya.net

Seni Lintas Iman Eratkan Perbedaan Antar Anak Bangsa
Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 02 November 2019 | 19:33 WIB

Pagelaran Gita Puja Bangsa di Atrium Mall Sutos, Surabaya, Sabtu (2/11/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Melalui pentas kesenian lintas Iman, pagelaran Gita Puja Bangsa berupaya menyatukan perbedaan antar anak bangsa di Atrium Mall Sutos, Surabaya pada Sabtu (2/11/2019).

Johny Sirait Ketua Pelaksana Pagelaran Gita Puja Bangsa mengatakan, kesenian dipilih karena seni merupakan ekspresi masing-masing agama dan budaya dalam menyatakan doa pada Tuhannya. Selain itu, seni dipercaya mampu menyairkan perbedaan yang ada.

"Maknanya itu. Dialog juga kita bangun. Dengan berkesenian jadi cair. Karena melibatkan banyak orang, ramai, jadi satu. Ratuaan orang datang. Kita tempuh dengan satu paket yang lengkap lah," ujar Johny pada Sabtu (2/11/2019).

Ia menyontohkan, pagelaran ini menampilkan kesenian hadrah yang mewakili islam, serta tarian daerah berbalut unsur kristiani dan pertunjukan kolosal yang mewakili kristen. Tak hanya itu, berbagai kesenian dari agama dan aliran kepercayaan juga ditampilkan.

"Jadi kalau kita bisa menyanyi bersama, menari bersama, berdoa bersama jadi itulah jadi diri bangsa, bisa satu panggung, berdoa bermusik. Itu mencairkan sekat-sekat di masyarakat," jelasnya.

Melalui acara yang digelar oleh yayasan pondok kasih ini, ia berharap acara-acara serupa bisa digelar di kota-kota lain. Ia berharap, dari pagelaran di Surabaya, gelaran seni lintas iman ini menjadi inspirasi banyak orang di tempat-tempat lain.

"Tujuannya ini doa bangsa pada Tuhan yang telah menganugerahkan beragam kekayaan. Kalau ini dikelola dengan baik, ini akan jadi kekuatan untuk merekatkan relasi antar bangsa. Tujuannya untuk membangun kedamaian, persatuan, kesejahteraan antar mansuia. Ini di Surabaya tapi gaungnya harapannya bisa menginspirasi berbagai tempat di Indonesia," kata Johny.

Selain gelaran seni lintas iman, Gita Puja Bangsa juga dimeriahkan oleh seminar bertema kebangsaan pada Sabtu (2/11/2019) pagi. Hadir empat pembicara pada seminar tersebut yaitu Prof. Harsono, Profesor Ali Maschan Moesa, Letkol Inf. Didi Suryadi, dan Dr. Bambang Noosena. (bas)
top