suarasurabaya.net

ITS Ukir Prestasi Juara Umum di KJI dan KBGI 2019
Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 11 November 2019 | 20:46 WIB

Tim ITS yang berhasil menjadi juara umum di KJI dan KBGI 2019. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net| Mahasiswa D3 Teknik Infrastruktur Sipil dan S1 Teknik Sipil, raih juara pada ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke 15 dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke 11, sukses sandingkan gelar Juara Umum.

Untuk KJI, ITS diwakili oleh Rifat Arya Samboga dan Rizki Rahman Robbani yang tergabung dalam Tim Octagon. Jembatan Rakendo yang didesain oleh keduanya mampu menyabet juara pertama untuk bidang jembatan pelengkung.

Selain itu, tim yang beranggotakan mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ini juga mengantongi tiga juara kategori. "Yakni, kategori Jembatan Terindah, kategori Jembatan Terkokoh, serta kategori Jembatan dengan Inovasi Terbaik," terang Rifat.

Meraih predikat juara umum adalah suatu hal di luar perkiraan Rifat dan Rizki Rahman Robbani atau yang biasa disapa Rahman. Pasalnya, banyak dari perguruan tinggi lain yang kontingennya lolos dalam beberapa kategori. Namun, pada tahun ini, ITS harus berpuas diri dengan mengirimkan satu kategori tim sebagai finalis lomba.

Secara hitungan kasar, hanya dengan satu tim tentunya kecil kemungkinan bagi ITS untuk meraih juara umum. Namun tak disangka, satu tim kebanggaan ITS inilah yang menjadi kuda hitam dalam perlombaan tersebut dan mampu meraih banyak juara.

Afif Navir Refani ST MT, pembina Tim KJI ITS menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan juri, ITS mampu meraih gelar juara umum atas dasar skor total yang didapatkan.

Sehingga, jumlah tim yang lolos berlomba sebagai finalis tidak diperhitungkan. "Karena pada tahun ini, perolehan juara kategori merata, tidak ada perguruan tinggi yang mendominasi juara pada banyak kategori," kata Navir, sapaan Afif Navir Refani.

Sementara itu, Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang diwakili oleh Tim Afirmasi Cakrawala Wahyudianto mampu melahirkan kembali gelar Juara Umum yang telah diraih pada tahun 2017.

Tim dari Departemen Teknik Sipil dengan anggota Muhammad Anhar Prakoso, Virliana Amanda, Mohammad Ryan Rama Albertino, Ahnaf Syarif, serta Damang Galuh ini juga memperoleh tiga juara kategori. Yakni kategori Kinerja Struktural, kategori Kesesuaian Implementasi Terhadap Desain, dan kategori Kinerja Seismik Bangunan 12 lantai.

Untuk juara kategori Kesesuaian Implementasi Terhadap Desain tersebut diraih kontingen ITS atas banyaknya kesesuaian antara rancangan dalam proposal dengan perakitan di lapangan. "Ada tiga aspek dalam hasil rakitan kami yang mengungguli rancangan awal," ujar Anhar sapaan Muhammad Anhar Prakoso.

Tiga aspek tersebut antara lain adalah waktu pelaksanaan yang berselang dua menit lebih cepat dari perkiraan. Berat bangunan sebesar 52 kilogram, dua kilogram lebih ringan dari perkiraan.

Serta, gaya gempa yang mampu diterima bangunan rancangan tim Afirmasi Cakrawala ini hampir mendekati perencanaan dibandingkan tim lain. Yaitu, 45 kilogram dari 53 kilogram pada perencanaannya.

Lebih lanjut, Anhar tak menepis adanya kendala yang dihadapi timnya saat perlombaan. Yakni kendala teknis yang mengharuskan kegiatan perakitan mundur dari jadwal semula, membuat ia dan timnya menyelesaikan pekerjaan hingga malam hari.

Hal ini dikarenakan tahap pemotongan material sendiri membutuhkan waktu sembilan jam, sementara perakitan baru dimulai pada sore hari.

Namun, kendala tersebut tak menjadi penghalang bagi tim Afirmasi Cakrawala untuk menorehkan prestasi. Tekad untuk menjadi juara umum sudah diniatkan tim sedari awal pengumpulan lolos proposal. "Bersyukur dan senang sekali. Apalagi pengumumannya bertepatan dengan ulang tahun ITS pada 10 November," tambah Anhar, Senin (11/11/2019).

Menanggapi prestasi membanggakan ini, Navir, pembina tim KJI kembali berpesan untuk menularkan virus juara agar banyak yang berminat mengikuti lomba seperti ini.

"Berkaca dari lomba ini, pada dasarnya semua punya potensi untuk menang, tetapi yang mempersiapkan dan berlatih dengan baik lah yang menjadi juaranya," pungkas Anhar yang juga dosen Teknik Infrastruktur Sipil tersebut.(tok/ipg)
top