suarasurabaya.net

Jokowi Presiden Resmikan Ruas Tol Trans-Sumatera di Lampung
Laporan Farid Kusuma | Jumat, 15 November 2019 | 17:43 WIB

Joko Widodo Presiden meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar- Pematang-Panggang-Kayu Agung, di Gerbang Tol KM 240, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Jumat (15/11/2019). Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden, hari ini, Jumat (15/11/2019), meresmikan Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar- Pematang-Panggang-Kayu Agung, di Gerbang Tol KM 240, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

Ruas tol tersebut, sementara tercatat sebagai yang terpanjang yang pernah diresmikan Jokowi.

"Tol dari ruas Pematang Panggang sampai Kayu Agung ini panjang totalnya 189 kilometer. Ini adalah jalan tol terpanjang yang pernah saya resmikan. Tentu nanti akan disambung lagi dari Kayu Agung ke Palembang dan Palembang ke Betung di Banyuasin," kata Presiden dalam sambutannya.

Jokowi mengungkapkan pembangunan jalan tol memiliki banyak arti dan manfaat. Antara lain, untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan menciptakan perbaikan jaringan logistik yang lebih baik.

Presiden berharap, para kepala daerah bisa memanfaatkan infrastruktur dengan menyambungkan jalan tol ke berbagai titik pertumbuhan ekonomi.

"Saya tadi sampaikan ke gubernur, bupati, dan wali kota. Menyambungkan ke kawasan-kawasan wisata, ke sentra-sentra produksi perikanan, perkebunan, pertanian sehingga muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Termasuk juga ke zona-zona industri, semuanya. Ini tugasnya gubernur, bupati, wali kota. Kalau nggak mampu, ya pusat lagi," ujarnya.

Adanya jalan tol, menurut Jokowi juga memberikan fasilitas kepada sentra produksi, kawasan industri dan perdagangan di Pulau Sumatera, sehingga dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal.

"Artinya di sini kalau ada karet, ada sawit, ada ikan, ini akan mempercepat distribusi. Memfasilitasi sentra-sentra produksi yang ada," imbuhnya.

Selain itu, manfaat pembangunan jalan tol yaitu menciptakan lapangan kerja.

"Tol sepanjang ini tidak mungkin semuanya dikerjakan oleh mesin. Kerjanya, supervisinya, pasti dibutuhkan," lanjutnya.

Pembangunan jalan tol, sambung Presiden, juga berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena, pembangunan jalan tol tersebar, bukan cuma di Pulau Jawa.

"Kita semua harapkan nanti dari Lampung menuju ke atas sampai di Aceh kita perkirakan Insya Allah tahun 2024 sepanjang 2.700 kilometer akan bisa kita selesaikan," paparnya.

Lebih lanjut, Jokowi bilang, dengan dibangunnya jalan tol pemerintah juga ingin membentuk peradaban yang lebih baik dalam hal transportasi dan infrastruktur jalan.

Dari yang awalnya jalan-jalan kecil di kampung, kemudian jalan kabupaten, jalan provinsi, jalan nasional, hingga jalan tol.

"Seluruh rakyat nanti bisa menikmati sehingga mobilitas orang, mobilitas jasa, semuanya akan lebih cepat lagi," tandasnya.

Berdasarkan rilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ruas tol yang diresmikan Presiden kali ini memiliki panjang 189,2 kilometer dan merupakan bagian dari Tol Trans-Sumatera sepanjang 2.974 kilometer.

Presiden berharap pembangunan jalan Tol Trans-Sumatera ini terus dilanjutkan sampai ke Aceh hingga tersambung di tengah Pulau Sumatera.

"Ya diteruskan. Artinya diteruskan sampai ke Aceh karena di Aceh pembebasan tanah sudah 52 persen. Di sana pun juga sudah mulai nanti sambungnya di tengah enggak tahu di mana sehingga mobilitas barang, mobilitas orang, jaringan logistik kita semakin baik, stok infrastruktur kita akan semakin meningkat sehingga competitiveness index kita juga akan sangat baik," kata Presiden.

Pemerintah menargetkan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung segera tersambung hingga Palembang pada akhir tahun 2019. Dengan tersambungnya ruas Tol Trans-Sumatera tersebut, waktu tempuh dari Bakauheni-Palembang sepanjang 365 kilometer akan lebih singkat menjadi 4-6 jam dari sebelumnya 10-12 jam. Presiden berharap hal serupa bisa dilakukan di wilayah lain di Indonesia, seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

"Sama. Ini kan di sana mulai juga. Nanti misalnya Balikpapan - Samarinda dan Samarinda - Bontang ke sana. Kita ini ingin kecepatan dalam jaringan logistik kita. Dulu dari Lampung ke Palembang berapa jam? Bisa 10 jam, 9 jam, ada yang ngomong 11 jam. Sekarang 3 jam. Itu yang namanya kecepatan dan efisiensi," jelasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian jalan tol ini antara lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. (rid/ipg)
top