suarasurabaya.net

Unair Fokus Bangun Inklusifitas di Dalam Kampus
Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 21 November 2019 | 15:03 WIB

Mohammad Nasih Rektor Unair. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Muhammad Nasih Rektor Unair menegaskan, saat ini pihaknya tengah berfokus untuk mendorong inklusifitas di kampusnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengkombinasikan mata kuliah pendidikan pancasila, kewarganegaraan, dan agama dalam satu wadah.

"Mekanismenya, kita tidak pisahkan. Kita campurkan itu, kita blend, kita mix. Perkuliahan itu, dalam satu hal. Sehingga wawasan dan pandangan keagamaan mereka itu bisa menjadi inklusif. Dan menyatu dengan pandangan kenegaraan dan kebangsaan mahasiswa. Ini menurut saya substansial yang diberikan pada mahasiswa," ujar Nasih.

"Dengan pemahaman antara keberagamaan dan kebangsaan. Paling tidak sudah mendorong terjadinya pemahaman dan perilaku yang kurang lebih sama," lanjutnya.

Terkait beberapa pandangan yang menyatakan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) adalah bagian dari organisasi yang dinaungi pihak kampus, Nasih menepisnya. Ia menyatakan, FSLDK adalah organisasi ekstra yang terlepas dari tanggungjawab kampus.

Seperti diketahui, UKM Kerohanian Islam (UKMKI) di beberapa kampus terafiliasi dengan organisasi tersebut, termasuk salah satunya UKMKI Unair.

"Yang udah kita lakukan misalnya, Ini agak-agak ekstrim. Sebagaimana kawan2 tau, diantara ukm-ukm, terutama UKMKI. Ada yang kita sebut FSLDK, forum silahturahmi lembaga dakwah kampus. Nah bagi kami, sesungguhnya FSLDK itu bukan organisasi intra kampus, tapi kita pandang sebagai organisasi ekstra kmapus. Hanya UKMKI yang kita pandang sebagai organisasi intra kampus, sehingga pembinaan yang lain-lain kita fokus disitu," pungkasnya. (bas/tin)
top