suarasurabaya.net

Yayasan Selamat Pagi Indonesia Raih Penghargaan Ormas Terbaik bidang Pendidikan Tahun 2019
Laporan Farid Kusuma | Senin, 25 November 2019 | 15:51 WIB

Risna Amalia Ulfa Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia menunjukkan plakat dan piagam penghargaan ormas terbaik bidang pendidikan tahun 2019 dari Kemendagri, Senin (25/11/2019), di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menggelar Forum Kemitraan Organisasi Masyarakat (ormas) Tahun 2019, Senin (25/11/2019).

Dalam acara yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada ormas berbagai kategori yang sudah memberikan dampak positif dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Salah satunya adalah Yayasan Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang mendapat Penghargaan sebagai ormas terbaik bidang pendidikan tahun 2019.

SPI yang berbasis di daerah Batu, Malang, Jawa Timur, mengungguli dua nominator lain yaitu Yayasan Indonesian Street Children Organization (ISCO), dan Indonesia Mengajar.

Penghargaan diberikan langsung secara simbolis oleh Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Turut hadir dalam acara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang juga mendapatkan penghargaan.


Risna Amalia Ulfa Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia foto bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dan Tito Karnavian Mendagri, usai menerima penghargaan ormas terbaik bidang pendidikan tahun 2019 dari Kemendagri, Senin (25/11/2019), di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Risna Amalia Ulfa Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia yang mewakili Yayasan SPI mengungkapkan, bersyukur atas penghargaan yang didapat tahun ini.

Menurutnya, Kemendagri punya tim riset yang memantau ormas-ormas berbagai bidang, untuk menentukan nominator serta ormas penerima penghargaan.

Dia bilang, penghargaan dari Kemendagri punya makna supaya SPI makin tumbuh dan bermanfaat bagi peserta didik, serta menjadi solusi untuk kehidupan mereka sesudah lulus sekolah.

"Buat kami ini adalah satu kepercayaan lagi untuk benar-benar tumbuh dan jadi manfaat buat siswa yang kami didik di SPI. Apa yang kami berikan selama ini juga menjadi inspirasi lembaga lain, karena menjadi solusi untuk mereka. Karena kami tidak cuma mengajari mereka akademik dan kasih makan supaya tetap hidup selama tiga tahun, tapi juga mengajari bekal untuk kehidupan sesudah lulus. Kami ingin terus mengembangkan supaya apa yang kami lakukan bermanfaat buat peserta didik serta orang lain. Minimal bermanfaat untuk keluarga sendiri," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (25/11/2019).

Sekadar informasi, SPI adalah yayasan yang menaungi Sekolah Menengah Atas SPI, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kewirausahaan SPI.

Konsep sekolah yang digagas Julianto Eka Putra adalah sekolah berasrama (boarding school) khusus anak-anak yatim piatu, dari berbagai wilayah Indonesia dengan beragam latar suku, budaya dan agama.

Keberagaman di lingkungan sekolah SPI merupakan salah satu contoh nyata penerapan Bhinneka Tunggal Ika semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.(rid/tin/ipg)
top