suarasurabaya.net

Unair-BPOM Jalin Kerja Sama Kembangkan Inovasi di Bidang Kesehatan
Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 27 November 2019 | 19:16 WIB

Mohammad Nasih Rektor UNAIR (kanan) bersama Penny K.
Lukito Kepala BPOM RI (kiri) usai penandatanganan kerja sama pengembangan inovasi di bidang kesehatan di Aula Amerta Kantor Manajemen Kampus C Unair pada Rabu (27/11/2019). Foto: Humas Unair
suarasurabaya.net| Universitas Airlangga bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menjalin kerja sama dalam pengembangan inovasi di bidang kesehatan. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Aula Amerta Kantor Manajemen Kampus C Unair pada Rabu (27/11/2019).

Mohammad Nasih Rektor Unair menyebut, kontribusi Unair cukup besar bagi pengembangan obat dan makanan di Indonesia. Unair disebutnya memiliki banyak peneliti dan ahli yang aktif berinovasi di bidang pengembangan obat.

"Kerja sama antara Unair dan BPOM sudah sangat kita tunggu sejak lama dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk proses kerja sama ke depan, sehingga bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara," ujar Nasih seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net pada Rabu (27/11/2019).

"Kehadiran BPOM menjadi anugerah tersediri bagi kami. Paling tidak, berbagai upaya pendampingan oleh BPOM dalam rangka melakukan percepatan agar berbagai macam produk inovatif yang Unair hasilkan itu bisa diterima oleh masyarakat, serta memberi impact dan manfaat bagi bangsa dan negara secara legal," lanjutnya.

Di lain pihak, Penny K. Lukito Kepala BPOM RI mengatakan, kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi penting untuk mendorong riset yang berkelanjutan. Katanya, BPOM tidak bisa bekerja sendiri karena pentingnya riset dari para intelektual akademisi yang harus terus didorong.

"Tentunya menjadi kebanggan, Unair bisa memproduksi produk Stem Cell yang pertama di Indonesia, dan mudah-mudahan bisa berproduksi secara komersil sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat dan kami menunggu produk-produk selanjutnya yang akan dihasilkan, kata Penny. (bas/dwi)
top