suarasurabaya.net

Tim Arsitektur UK Petra Menangi Sayembara Desain Masjid Singkawang
Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 04 Desember 2019 | 14:32 WIB

Tim Arsitektur UK Petra Surabaya, menangi Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang. Foto: Humas UK Petra Surabaya
suarasurabaya.net| Rancang masjid dengan konsep inklusif, tim mahasiswa dan dosen Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, rebut juara 3 Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang.

Terapkan konsep desain inklusif, mahasiswa dan dosen Program Studi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya raih juara 3 Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang, gelaran Pemerintah kota Singkawang bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Barat.

Mereka adalah Cindy Wijaya (Mahasiswi Prodi Arsitektur angkatan 2016 UK Petra), Kevin Ardisa Putra (Mahasiswa Prodi Arsitektur angkatan 2016 UK Petra), Moses Matthew Hendrawan (Mahasiswa Prodi Arsitektur angkatan 2017 UK Petra), Sylviana Putri (Dosen Prodi Arsitektur UK Petra) dan Gratio Ray (Praktisi Arsitektur Muda asal Jakarta).

Masjid Ealaqat Alwiam, nama desain masjid karya Cindy dan kawan-kawan, yang dalam Bahasa Arab berarti Sebuah Bentuk Pertalian yang Harmony. Sebelum mendesain mereka terlebih dahulu melakukan riset. Mulai dari membaca literatur hingga wawancara.

"Kami ingin menampilkan desain masjid ini agung namun bersahaja. Bersahaja ini kami implementasikan dengan inklusif yaitu terbuka untuk beragam pengguna hingga mewadahi beragam pengguna," terang Moses Matthew Hendrawan.

Keberagaman menjadi warna utama bagi kota Singkawang, dan ini menjadikan karya desain mereka menjadi perpaduan unsur Timur Tengah, Kalimantan, Tionghoa.

Desain masjid Ealaqat Alwiam ini dibagi menjadi tiga zona yaitu zona Sakral (ketenangan), zona Profan (kebahagiaan) dan zona Peralihan (transisi). Untuk warna dengan konsep desain warna hijau. Dan dalam Islam maupun Tionghoa, warna hijau bermakna ketenangan dan kebahagiaan.

Yang menarik, pada desain ini menempatkan langit-langit ruang ibadah utama mengadopsi bentuk segitiga atap rumah adat Dayak yang di representasikan dengan pilar-pilar cahaya (skylight) berjumlah 99 karena nama Allah yang disebut sebanyak 99 kali di Al-Quran dan jumlah kolomnya berbaris 12 melambangkan 12 bulan dalam 1 tahun (surat At Taubah-36).

"Kami ingin semua orang saat menggunakan fasilitas masjid ini merasakan makna warna hijau ini. Sehingga dalam rancangan kami terwujudlah lima kebutuhan yaitu masjid sebagai fungsi keagamaan, wisata, berkomunitas, perniagaan dan ruang publik. Jadi fasilitasnya sangat lengkap mulai dari ruang ibadah, ruang perpustakaan, kelas TPQ hingga tempat pertunjukan Barongsai," papar Cindy Wijaya dan Moses.

Ditambahkan Cindy bahwa kompetisi ini terbuka untuk umum oleh karenanya secara tidak langsung para mahasiswa ini akhirnya harus bersaing dengan para arsitektur profesional yang bisa jadi sudah berpengalaman dan memiliki karya-karya terbaik.

"Kompetisi ini memang terbuka untuk umum, yang penting telah menjadi anggota IAI. Jadi kami mengajak kak Ray, berkolaborasi dengan professional. Karena umum maka kami berkompetisi juga dengan para professional," tegas Cindy, Rabu (4/12/2019).

Sekurangnya 62 tim yang mendaftar, tetapi hanya enam kelompok saja yang dipanggil ke kota Singkawang untuk mempresentasikan hasilnya di depan para juri yang diantaranya adalah perwakilan Pemerintah Kota Singkawang, IAI Nasional, IAI Kalimantan Barat, akademisi, ketua Yayasan Nurul Islam kota Singkawang, termasuk juga Walikota dan Wakil Walikota kota Singkawang.(tok/rst)
top