suarasurabaya.net

Khofifah Batal Main, Ning Lia Perankan Kleting Kuning di Ludruk IKA FISIP Unair
Laporan Denza Perdana | Minggu, 08 Desember 2019 | 07:23 WIB

Ning Lia memerankan Kleting Kuning dalam adegan puncak pertemuan dengan Ande-Ande Lumut di Ludruk IKA FISIP Unair, Sabtu (7/12/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim batal ikut main di Ludruk Ande-Ande Lumut Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019).

Suko Widodo Dosen Komunikasi sekaligus Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair mengatakan, kemungkinan Gubernur ada acara mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. "Sudah jam sembilan lebih, berarti tidak jadi main. Mungkin ada acara dadakan," katanya.

Padahal, kalau Gubernur jadi datang, dia akan sepanggung dengan sejumlah tokoh Jawa Timur. Salah satunya Lia Istifhama, keponakan Khofifah yang pengurus Fatayat NU Jatim, dan belakangan sering muncul sebagai Bakal Calon Wali Kota Surabaya.

Keduanya memang sama-sama alumni FISIP Unair. Keponakan gubernur yang akrab disapa Ning Lia memerankan Kleting Kuning alias Dewi Sekartaji, tokoh utama kisah Ande-Ande Lumut. Sedangkan Khofifah seharusnya memerankan Si Mbok.

Dalam lakon Ande-Ande Lumut perayaan Dies Natalis ke-42 FISIP Unair itu, Ning Lia memerankan Kleting Kuning dengan cukup baik. Tampil percaya diri dengan vokal nyaring, Ning Lia sesekali melempar banyolan meski tidak selalu mengundang tawa penonton.

Sejumlah tokoh akademisi seperti Profesor Kacung Marijan Guru Besar FISIP Unair juga tampil memerankan salah satu Kleting saudara tiri Kleting Kuning yang berasal dari Jepang. Prof. Marijan yang berkumis dengan gelagat digenit-genitkan cukup mengundang tawa penonton.

Sementara, selain Khofifah yang batal bermain dalam Ludruk Ande-Ande Lumut itu, Arief Budiman Ketua KPU RI juga batal main. Dia juga tidak tampak hadir di lokasi. Demikian halnya Kusnadi Ketua DPRD Jatim yang seharusnya juga turut bermain.

Sebagai gantinya, Suprawoto Bupati Magetan tampil ke atas panggung dalam sesi diskusi tentang ludruk bersama Pinky Saptandari Dosen Antropologi Unair dan Falih Suaedi Dekan FISIP Unair. Suprawoto menyampaikan gagasan bagaimana ludruk bisa bertahan.

Menurutnya, Jawa Timur ini memiliki lima Bakorwil (badan koordinasi wilayah). Bakorwil inilah yang bisa membagi pengembangan kesenian tradisional untuk setiap daerah. Tidak hanya ludruk, tetapi juga Ketoprak, Wayang Kulit, dan lainnya.

"Soal Ludruk, saya kira para seniman perlu menyesuaikan materinya dengan apa yang sedang digandrungi anak muda milenial," katanya kepada suarasurabaya.net setelah turun panggung. "Saya yakin bisa bertahan."

Bagaimanapun juga, penampilan Kartolo cs, legenda hidup ludruk Jawa Timur bersama Sapari dan Ning Tini menjadi daya tarik utama. Sepanjang Kartolo, Sapari dan Ning Tini (Istri Kartolo) tampil dengan banyolan dan kidung Jula-Julinya, penonton tidak berhenti tertawa.(den/tin/dwi)
top