suarasurabaya.net

Presiden Targetkan Tahun 2024 Ekspor Otomotif Nasional Tembus Satu Juta Unit
Laporan Farid Kusuma | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:32 WIB

Joko Widodo Presiden melepas secara simbolis ekspor perdana Isuzu Traga, Kamis (12/12/2019), di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden, hari ini, Kamis (12/12/2019), melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga, di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat.

Isuzu Traga adalah mobil pick up medium rakitan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang diekspor ke Filipina.

"Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini? Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Presiden menegaskan, secara garis besar, fokus kerja Pemerintah, kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang fokus untuk mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor.

Dua hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mengurangi defisit transaksi berjalan serta defisit neraca perdagangan.

"Pemerintah berharap current account deficit semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor," ucapnya.

Sekadar informasi, ekspor perdana Isuzu Tagra ke Filipina sejumlah 120 unit. PT IAMI menargetkan mengekspor sebanyak 6 ribu unit sampai akhir tahun 2020.

PT IAMI juga berencana memperluas tujuan ekspor lebih dari 20 negara di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.

"Tadi Bapak Prijono (Presdir Astra) melaporkan tahun ini cuma satu negara tujuan ekspor. Tapi, dalam tiga tahun ke depan rencananya masuk ke 20 negara di Afrika, Asia Timur, dan Timur Tengah. Itu yang diharapkan Pemerintah," ucap Presiden.

Informasi yang didapatkan Presiden, sepanjang 2019 sektor otomotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu unit.

Maka dari itu, tahun 2024, Presiden memasang target supaya industri otomotif Indonesia mampu membukukan ekspor sebanyak 1 juta unit.

"Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, tahun 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta pihak-pihak terkait optimistis mengejar target tersebut. Jokowi yakin dengan target yang terukur, industri otomotif nasional mampu mencapai target.

Selain itu, dalam jangka panjang, Presiden juga mengharapkan Indonesia menjadi production hub, sehingga unit-unit yang diproduksi bisa diekspor ke semua negara.

"Saya melihat peluang-peluang itu sangat terbuka lebar," ucapnya.

Presiden juga mengapresiasi PT IAMI yang bermitra dan memberikan pelatihan-pelatihan dunia industri bagi SMK-SMK di sekitar kawasan industri tersebut.

"Saya sangat menghargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri ini baik dalam memberikan pelatihan, memberikan contoh cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin serta kerja keras kepada mereka," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Prijono Sugiarto Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk mengungkapkan, jumlah Isuzu Traga yang diekspor memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebanyak 53,5 persen.

Turut hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut, antara lain Airlangga Hartarto Menko Perekonomian, Agus Suparmanto Menteri Perdagangan, Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian, Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan, Masafumi Ishii Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, dan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat.(rid/ang)
top