suarasurabaya.net

BNNP Jatim: Jumlah Kasus Narkotika Meningkat Signifikan
Laporan Agustina Suminar | Senin, 16 Desember 2019 | 15:47 WIB

Brigjen Pol Bambang Priyambada Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (kanan) saat berada di ruang siaran Radio Suara Surabaya, Jumat (15/3/2019). Foto: Tina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Jumlah kasus peredaran gelap nerkotika yang ditangani Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan yakni 70 kasus dibanding tahun sebelumnya yang hanya 16 kasus.

"Untuk laporan kejadian narkotikanya jumlah targetnya 25 dengan jajaran. Tapi bisa menangani sampai 60 kasus. Jadi, untuk penggungkapan cukup aignifikan jumlahnya," kata Brigjen Bambang Priyambada pala BNNP Jatim, di Surabaya, Senin (16/12/2019).

Meningkatnya jumlah kasus yang ditangani BNNP Jatim, juga sejalan dengan peningkatan barang bukti yang disita. Tahun ini kata Bambang, pihaknya mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 62 kilogram. Meningkat lebih dari 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 25 kilogram.

"Tahun ini kita bisa dapatkan barang bukti sampai 62 Kilogram. Sehingga tahun ini peningkatannya cukup tinggi," ujar Bambang dilansir Antara.

Selain sabu, BNNP Jatim juga mengamankan 4 kilogram ganja, dan 1.181 butir pil ekstasi. BNNP Jatim menetapkan 141 tersangka selama 2019.

Bambang melanjutkan, sepanjang 2019, kasus yang paling menonjol adalah penangkapan dua jaringan narkoba yang membawa 25 kilogram sabu di tol Sumo, dan Hotel kawasan Juanda.

Dari dua jaringan pengedar narkotika tersebut, BNNP Jatim mengamankan barang bukti sabu sebesar 25 kilogram.

"Kerawanan di Madura yang nomer satu. Tahun 2018 khususnya Bangkalan sudah kami ketahui itu rawan, dan menjadi target bidang pencegahan," ujar Bambang.

Selain itu, dari 60 kasus ini, menurut Bambang rata-rata adalah jaringan lapas. Serta punya peran penting akan peredaran narkotika di kawasan Jatim.

"Jaringan di lapas macem-macem, jaringan Madura, Aceh, Jakarta, dan Medan. Masing masing punya pengendali yang ada di lapas. Ada yng sudah kita amankan dan belum. Karena kesulitan penangkapan," ucap Bambang.

Bambang tidak memungkiri, hampir seluruh peredaran gelap narkotika di Jatim dikendalikan dari balik Lapas. Pengendalian jaringan narkotika dari balik Lapas, kata Bambang, tak lain karena komunikasi para narapidana dengan dunia luar cukup mudah. Apalagi semua tahanan dibolehkan membawa telpon genggam.(ant/tin/ipg)
top