suarasurabaya.net


Cuaca Ekstrem

Lebih dari 1.800 Gardu Listrik Rusak, 120 Ribu Lebih Pelanggan PLN Terdampak
Laporan Denza Perdana | Senin, 06 Januari 2020 | 13:53 WIB

Salah satu tiang listrik yang roboh di kawasan Krian, Sidoarjo, Minggu (5/1/2020) sore kemarin. Foto: @findikfnnr via e100ss
suarasurabaya.net| Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim mengatakan, ada lebih dari 1.800 gardu listrik yang terdampak hujan deras disertai angin kencang di wilayah Sidoarjo dan Surabaya sampai Senin (6/12/2019).

Dia menyatakan ini setelah berkunjung ke Kantor PLN Jatim di Jalan Embong Wungu, Surabaya. Emil memastikan, PLN bekerja 24 jam untuk menangani dampak hujan disertai angin kencang kemarin.

"Ada 78 tiang listrik di Sidoarjo. Total 90-an lebih dengan di Surabaya yang tumbang. Dan ada 1.800-an lebih gardu, tetapi sekarang sisa sedikit. Mudah-mudahan jam 4 sore nanti beres semua," ujarnya.

Gardu yang terdampak akibat robohnya 90 lebih tiang listrik di Sidoarjo dan Surabaya itu setidaknya telah mengakibatkan lebih dari 127 ribu pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terdampak.

Dalam keterangan resmi tertulis, sampai Senin siang pukul 11.00 WIB PLN Unit Induk Distribusi Jatim mengklaim listrik di Surabaya sudah normal 100 persen. Sedangkan Sidoarjo 90 persen.

Dari total 126.522 pelanggan di Sidoarjo yang terdampak peristiwa kemarin, masih ada 1.680 pelanggan PLN di Sidoarjo yang harus bersabar karena listriknya padam sampai Senin siang.

Emil Dardak mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya pohon-pohon tertentu perlu diperhatikan potensi kemungkinan tumbang akibat angin kencang.

"Kami yakin kabupaten/kota memperhatikan itu. Kemarin, BPBD jatim juga aktif membersihkan dahan yang jatuh menghalangi sepanjang jalan dari Aloha sampai Ahmad Yani," katanya.

Emil mengatakan, dia berkunjung ke Kantor PLN UID Jatim untuk memberikan semangat karena mereka telah bekerja semalam suntuk dan masih terus bekerja sampai Senin siang demi pemulihan.

Emil meminta masyarakat Jawa Timur lebih proaktif menghadapi cuaca ekstrim di musim penghujan. Salah satunya dengan bersikap kooperatif dengan petugas yang terjun ke lapangan.

"Ini perlu, karena ini masalah kehandalan dan keselamatan bagi masyarakat juga. Misalnya dengan segera melapor ke pihak terkait bila ada benda yang membahayakan dampak angin kencang," katanya.

Dia juga meminta masyarakat secara mandiri melakukan langkah preventif mengurangi bencana. Misalnya, ketika terjadi banjir, mereka segera tanggap mematikan aliran listrik.

"Terutama kalau ada colokan-colokan yang lokasinya di bawah. Karena itu membahayakan mereka juga," katanya.

Bob Saril General Manajer PLN UID Jatim mengatakan, pihaknya akan bekerja selama 24 Jam penuh bersama tim tanggap darurat atas jaringan listrik. Terutama yang berdekatan dengan pepohonan.

"Kami sudah berkoordinasi memangkas pohon-pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik. Saya harap masyarakat terus proaktif dan tanggap. Allhamdulillah, Pak Wagub juga langsung mengkoordinasikan ini kepada pemerintah kabupaten/kota," ujarnya.(den/iss/dwi)
top