suarasurabaya.net

Atlet Ini Sedih Mendengar Pembangunan Wisma Atlet Sidoarjo Dikorupsi
Laporan Agustina Suminar | Kamis, 09 Januari 2020 | 20:50 WIB

Saiful Ilah Bupati Sidoarjo memakai rompi orange yang berstatus tersangka pelaku tindak pidana korupsi terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/1/2020). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Serafi Anelies Unani atlet atletik Jatim mengaku sedih dengan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa oknum Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dimana salah satu proyek yang dikorupsi adalah pembangunan wisma atlet.

Ia pun merasa miris, melihat fasilitas olahraga hanya dinikmati segelitir oknum yang berkepentingan, sedangkan di sisi lain para atlet dituntut untuk terus berprestasi dengan fasilitas seadanya.

"Beberapa kali kita lihat, seringkali korupsi nih paling banyak melibatkan proyek wisma atlet, alat-alat olahraga gitu. Saya sebagai atlet, miris banget. Harusnya itu untuk memfasilitasi atlet agar berprestasi, tapi yang terjadi untuk memperkaya pejabat yang berwenang," keluhnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (9/1/2020) siang.

Menurutnya, fasilitas olahraga sangat berpengaruh dengan prestasi atlet. Prestasi tidak akan maksimal jika fasilitas penunjangnya juga minim.

Belum lagi, atlet juga dituntut untuk mendapatkan medali. Namun fasilitas olahraga yang harusnya bisa dinikmati atlet secara maksimal saat latihan, malah disalahgunakan.

"Miris banget. Boleh cek (Stadion, red) Gelora Delta Sidoarjo itu. Junior saya yang sekolah di Semanor (SMA Negeri Olah Raga Jatim) itu sampai sekarang ini lapangannya belum jadi. Mereka harus lari dengan kondisi lapangan yang tidak baik. Tapi pemerintah daerah selalu minta 'kamu harus kasih medali yang baik'," kata Serafi.

Dalam siaran singkat tersebut, ia memohon kepada pemerintah untuk memerhatikan kondisi atlet saat ini. Terlebih untuk menghindari korupsi yang akhirnya berimbas juga dengan nama baik bangsa dan negara.

"Saya berharap kalau ada pejabat berwenang yang dengar ini, Pak, jangan dikorupsi duitnya pak. Kasihan atletnya. Latihan capek-capek, kalian minta medali tapi fasilitas yang baik malah dikorupsi. Asal difasilitasi dengan baik, kami pasti juga akan memberikan prestasi yang baik," pesannya.

Sebelumnya, KPK telah mengamankan 11 orang yang terseret kasus OTT terhadap Bupati Sidoarjo, terkait pengadaan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA). Empat proyek itu antara lain pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar, proyek Jalan Candi-Prasung Rp21,5 miliar, dan peningkatkan saluran (afvoer) Pucang, Pagerwojo Rp5,5 miliar.(tin/rst)
top