suarasurabaya.net

Enam Perusahaan Terkonfirmasi Pindah dari Ring Satu Jatim
Laporan Denza Perdana | Selasa, 14 Januari 2020 | 18:22 WIB

Ilustrasi industri sepatu. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2020 di Jawa Timur berdampak pada pindahnya enam perusahaan dari kawasan Ring 1 (Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo).

Himawan Estu Subagjo Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim mengatakan, sudah ada enam perusahaan yang melaporkan kepindahannya dari Ring 1.

Enam perusahaan yang sudah menyatakan kepindahan lokasi usahanya itu sebagian besar bergerak di bidang industri alas kaki. Lainnya di bidang industri peralatan golf dan industri topi.

"Kami arahkan mereka tetap di wilayah Jatim. Kami sudah tawarkan beberapa tempat di Barat. Seperti Madiun, Ngawi, Jombang, dan Nganjuk," ujarnya di Surabaya, Selasa (14/1/2020).

Beberapa perusahaan tertarik pindah ke wilayah itu dengan berbagai pertimbangan. Selain karena UMK lebih rendah, tersambungnya akses tol membuat biaya distribusi lebih efisien.

Pemprov Jatim, kata Himawan, akan memfasilitasi industri yang mau merelokasi usahanya di wilayah itu. Fasilitas itu mulai dari pencarian lahan sampai pengurusan izin usaha.

Himawan menduga, jumlah enam perusahaan yang pindah dari Ring 1 Jatim ini belum seluruhnya. Disnakertrans Jatim belum tahu detailnya, baik yang pindah keluar Ring 1 maupun ke provinsi lain.

"Kami belum tahu (total jumlah perusahaan yang memindahkan basis usahanya, red). Sementara kalau mereka yang sudah komunikasi dengan kami, ya, kami kawal," kata Himawan.

Himawan memastikan sebagian pekerja di perusahaan itu sudah bersedia pindah. "Jadi caranya, best line UMK, tapi ada tunjangan. Keterampilan mereka kan dianggap sudah pekerja yang expert. Jadi penerimaannya bisa Rp 4-5 juta," katanya.

Disnakertrans Jatim, kata Himawan, memang sedang mendorong perusahaan yang merelokasi tempat usahanya membuat asrama untuk pekerja. Supaya penghasilan karyawan lebih besar atau setidaknya sama dengan sebelumnya.

Sementara bagi pekerja yang tidak bersedia pindah, Disnakertrans Jatim akan menfasilitasi mereka dengan mencarikan pekerjaan lain di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

"Kami coba alihkan ke pekerjaan yang sudah ada outsourcing-nya di wilayah itu. Tapi kebanyakan mau pindah. Karena mereka tahu kualitas dan jaminannya dari industri yang relokasi itu," tegasnya.

Tantangannya sekarang, ketersediaan pekerja baru di tempat baru. Disnakertrans akan memperkuat Balai Latihan Kerja (BLK). Butuh revitalisasi mulai dari materi pengajaran sampai peralatan praktik.

Penguatan BLK dia pastikan segera itu terealisasi. "Karena tantangan tenaga kerja itu mengimprovisasi keterampilan tenaga kerjanya di wilayah di luar (ring satu). Revitalisasi BLK di wilayah itu sangat menentukan," ujarnya.(den/tin/ipg)
top