suarasurabaya.net

Kabut Diduga Penyebab Kecelakaan Heli Kobe Bryant
Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 27 Januari 2020 | 22:11 WIB

Petugas penegak hukum menyelidiki lokasi kecelakaan helikopter yang menewaskan legenda basket NBA basket Kobe Bryant di Calabasas, California, AS, Minggu (26/2/2020). Foto: Antara/Reuters
suarasurabaya.net| Langit gelap dan kabut tebal yang dilaporkan di lokasi kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant, mantan superstar NBA, putrinya, dan tujuh lainnya tampaknya akan menjadi fokus utama para pakar penerbangan yang menyelidiki tragedi pada akhir pekan di dekat Los Angeles itu.

Helikopter Sikorsky S-76 milik Bryant menghantam lereng bukit curam pada Minggu pagi di luar kota Calabasas, California, sekitar 65 kilometer di barat laut pusat kota Los Angeles, yang memicu kebakaran semak. Puing helikopter itu tersebar di lahan seluas seperdelapan hektare.

Beberapa jam kemudian, otoritas Los Angeles County mengatakan bahwa kesembilan orang di dalam helikopter tewas dalam kecelakaan itu.

Kematian Bryant (41) dan putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, dikonfirmasi oleh Asosiasi Bola Basket Nasional, saat ungkapan ketidakpercayaan dan kesedihan mengalir dari para penggemar, sesama atlet dan politisi.

Bryant dan rombongannya dilaporkan oleh media lokal sedang dalam perjalanan ke akademi olahraga di Thousand Oaks, lokasi di mana ia harus melatih tim bola basket putrinya di turnamen remaja.

Penyelidik dari Otoritas Penerbangan Federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mulai tiba di daerah itu pada Minggu untuk melakukan penyelidikan kecelakaan terpisah.

Di antara faktor-faktor yang diperkirakan menjadi penyebab utama adalah kondisi cuaca, mengingat ramalan cuaca melaporkan awan rendah dan visibilitas terbatas di sekitar lokasi pada saat kecelakaan, dan berbagai saksi mata menceritakan kabut tebal di atas kaki bukit tempat helikopter jatuh.

Kabut di daerah itu begitu tebal pada Minggu pagi sehingga Departemen Kepolisian Los Angeles mengandangkan armada helikopternya hingga sore itu, Los Angeles Times dan CNN melaporkan.

Kobe Bryant dikenal sejak masa aktifnya sebagai pemain basket sering bepergian dengan menggunakan helikopter untuk menghindari lalu lintas Los Angeles yang terkenal macet.

Bryant meroket mencapai popularitas sebagai pemain muda berusia 18 tahun dan menghabiskan 20 tahun bersama Los Angeles Lakers - 18 tahun di antaranya sebagai all-star dengan memenangkan semua kejuaraan NBA. Dia adalah pencetak gol tertinggi keempat dalam sejarah liga, dengan 33.643 poin sepanjang karirnya.

Penumpang lain di helikopter yang bernasib buruk itu, di samping pilot, adalah seorang rekan satu tim dari tim bola basket putri Bryant dan orang tua dari rekan satu timnya, NBC News melaporkan.

John Altobelli, pelatih baseball Orange Coast College juga merupakan salah satu korban, Orange County Register melaporkan, mengutip asisten pelatih Ron La Ruffa. Demikian juga Christina Mauser, pelatih bola basket putri, menurut Los Angeles Times dan TMZ Sports.

Tak satu pun nama dari korban tewas dalam kecelakaan helikopeter itu diumumkan pada Minggu oleh pejabat Los Angeles County, yang mengatakan sedang menunggu identifikasi jenazah oleh pemeriksa medis dan pemberitahuan kepada keluarga.(ant/iss/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Putri Kobe Bryant Ikut Jadi Korban Kecelakaan Helikopter
  • Kobe Bryant Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter
  • FAA Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan Kobe Bryant
  • Satu Juta Orang Lebih Dukung Petisi Kobe Bryant Jadi Logo Baru NBA
  • top