suarasurabaya.net

Menteri ESDM Minta PLN Waspada Selama Lebaran
Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 03 Juli 2016 | 14:33 WIB

suarasurabaya.net| Sudirman Said Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral meminta petugas PT PLN (Persero) tetap siaga dan waspada 24 jam selama libur nasional Lebaran agar tak terjadi pemadaman listrik yang bisa mengganggu kebutuhan masyarakat.

"Listrik adalah kebutuhan vital sehingga pasokannya harus tetap ada dan diupayakan tidak ada pemadaman," kata Sudirman Said kepada pers, di Depok, Jawa Barat, Minggu (3/7/2016) seperti dilansir Antara.

Hal itu disampaikan usai dirinya melakukan peninjauan ke Gardu Induk Listrik Gandul di Depok dan Cawang, Jakarta.

Menurutnya, sekalipun beban penggunaan listrik saat liburan Lebaran ini di Jawa alami penurunan, namun PLN harus tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan tak diinginkan.

Menteri mengatakan, dalam rangka Lebaran meski terjadi penurunan konsumsi listrik tapi kehandalanan sistem transmisi dan pembangkit harus dijaga dan ditingkatkan.

"Beban pembangkit memang menurun tapi secara kesiagaan harus meningkat karena selama liburan hal-hal tertentu malah bisa muncul tanpa diduga," kata Sudirman.

Menurutnya, kapasitas terpasang listrik di Jawa dan Bali sebesar 32.000 MW dan dalam kondisi normal penggunaan listrik mencapai 24.000 MW.

Namun dalam kondisi libur nasional Lebaran ini penggunaan listrik turun menjadi 15.000 MW.

Dengan adanya penurunan beban tersebut dan dalam rangka efisiensi maka PLN mematikan sejumlah gardu sebesar 9.500 MW.

"Walaupun ada yang dimatikan namun hal tersebut tak mengganggu kehandalam sistem listrik dan kegiatan itu sudah rutin dilakukan," kata menteri.

Eko Yudo General Manager P2B (Pusat Pengatur Beban) Jawa-Bali mengatakan, konsumsi listrik di Jawa sudah turun sejak Jumat (30/6/2016) karena pada saat itu sudah banyak masyarakat yang mulai mudik.

"Nanti puncak penurunan penggunaan listrik akan terjadi pada saat Lebaran," katanya.

Dia memperkirakan kondisi normal pemakaian listrik di Jawa akan terjadi pada 18 Juli di saat semua aktivitas perkantoran dan pabrik akan berjalan seperti sediakala. (ant/dwi)
top