suarasurabaya.net

Hilal Belum Terlihat, Bulan Ramadhan Diistikmalkan Menjadi 30 Hari
Laporan Jose Asmanu | Senin, 04 Juli 2016 | 18:59 WIB

Lukman Hakim Syaifudin. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Lukman Hakim Syaifudin Menteri Agama mengumumkan hasil sidang isbat 1437 Hijiriah, Senin (4/7/2016) petang. Hasil sidang isbat tersebut telah disepakati seluruh pimpinan ormas Islam, DPR RI dan seluruh undangan yang hadir.

Sebelum sidang isbat dimulai, kata Menag, Cecep Nurwendaya anggota dari planetarium telah memaparkan posisi hilal yang dilihat dari seluruh wilayah nusantara.

"Pada 29 Ramadhan, hilal berada di bawah ufuk dengan posisi minus 2 derajat 45 menit sampai minus 0 derajat 49 menit," katanya dalam konferensi pers seusai sidang isbat di Kementerian Agama, Senin petang.

Hitungan hisab tersebut telah dikonfirmasi dengan semua laporan petugas Kemenag di bawah sumpah yang melakukan rukyatul hilal di 29 titik.

"Selain Sumatera Barat dan Aceh, tidak ada satupun yang melihat hilal. Maka sebagaimana lazimnya, bulan Ramadhan diistikmalkan menjadi 30 hari," ujarnya.

Menag menambahkan, Selasa (5/7/2016), umat muslim di Indonesi masih berpuasa. "Sehingga 1 Syawal jatuh pada Rabu 6 Juli 2016," kata Menag.

Sementara, KH Ma`ruf Amin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, insya Allah tahun ini umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri secara bersama-sama. "Mari kita jadikan hari raya untuk memperkuat ukhuwah islamiyah. Mari kita satukan kerangka berpikir kita dan gerakan kita," katanya.(jos/iss)

top