suarasurabaya.net

Mudik Lebaran, Perhatikan Perlintasan KA !
Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 25 Mei 2019 | 16:47 WIB

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya bersama Komunitas pecinta KA mensosialisasikan tertib berlalu lintas di palang pintu kereta. Foto: istimewa.
suarasurabaya.net| Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya bersama Komunitas pecinta KA bernama "Puong", menyelenggarakan acara sosialisasi aturan berlalu lintas di perlintasan kereta api Jalan Bungur Surabaya, Sabtu (25/5/2019).

Sosialisasi ini dilakukan dengan cara pembagian 500 paket takjil, 1.000 pcs stiker himbauan berdisiplin berlalu lintas dan 500 kuntum bunga. Di perlintasan Jalan Bungur ini, sedikitnya setiap hari dilalui oleh 140 perjalanan KA.

"Kami secara sukarela mensosialisasikan berdisiplin berlalu lintas di perlintasan ini, sebagai bentuk keperdulian kami, agar masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran dengan kendaraan darat selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan KA," ujar Riyat Ketua Komunitas Puong.

Menghadapi masa angkutan Lebaran 2019 yang akan tiba, pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi, agar para pemudik yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar berhati-hati ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya.

Salah satu bentuk himbauan himbauan tersebut diantaranya dengan cara sosialisasi melalui pembagian berbagai selembaran stiker himbauan agar selalu berdisiplin dan pembetian takjil secara gratis kepada para penguna jalan raya yang melintas.

"Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda "STOP" , tengok kiri-kanan, apabila telah yakin "AMAN", baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda "STOP" tersebut," Jelas Suprapto Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan : "Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel."

Berdasarkan catatan PT KAI Daop 8 Surabaya, pada tahun 2017 terjadi 62 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan, kemudian tahun 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk tahun 2019, dari periode 1 Januari s/d 8 Mei 2019 telah terjadi 17 kasus kecelakaan.

Pentingnya pemahaman bahwa alat utama keselamatan di perlintasan adalah rambu lalu lintas, ini bisa terlihat dari data jumlah perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat total jumlah 568 titik. Dari jumlah tersebut, 164 titik ada palang pintunya serta terjaga, dan sisanya 404 titik tidak ada palang pintunya serta tidak terjaga. (bid)
top