suarasurabaya.net

Di Vietnam, Timnas U-18 Tempuh Perjalanan 90 Menit untuk Shalat Ied
Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 11 Agustus 2019 | 15:45 WIB

Pesepakbola Indonesia Beckham Putra Nugraha (tengah) bersama rekannya M. Fajar Fatur (kanan) dan Bagus Kahfi merayakan gol usai memasukkan bola ke gawang Timor Leste saat bertanding pada penyisihan grup A Piala AFF U-18 2019. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Timnas sepak bola U-18 harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Provinsi Binh Duong agar bisa melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid terdekat yang berada di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.

Rombongan timnas berangkat dari Hotel Becamex 2 Binh Duong pada pukul 06.30 waktu setempat dan tiba di Masjid Musulmane Kota Ho Chi Minh yang berjarak kurang lebih 38 kilometer pada pukul 08.00 pagi.

"Ya senang bisa silaturahmi dengan orang-orang muslim, bisa ketemu dengan warga Indonesia juga. Suasananya juga tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia," tutur Beckham Putra Nugraha saat ditemui di Ho Chi Minh City, Minggu (11/8/2019).

Meski jauh dari keluarga, namun gelandang timnas U-18 asal Bandung ini mengaku senang bisa melaksanakan salat Idul Adha di Vietnam karena bisa bertemu dengan saudara seiman dari berbagai negara dan ras.

Salat Idul Adha di luar negeri ini menjadi pengalamannya yang kedua kali, setelah sebelumnya juga pernah menjalani ritual serupa di Malaysia beberapa tahun silam.

Tidak lupa ia juga menyempatkan waktunya untuk menghubungi keluarganya di Indonesia untuk sekedar berbagi kabar dan saling mendoakan di hari raya qurban ini.

"Keluarga lah yang paling penting, minta didoakan supaya semuanya lancar," katanya menambahkan, seperti dilansir Antara.

Selain Beckham, bek timnas berjuluk Garuda Nusantara yaitu Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi juga menuturkan perasaannya menjalani Idul Adha pertamanya di luar negeri.

Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri, terlebih bertepatan dengan hari raya Idul Adha, namun Bagas mengaku tidak merasa canggung karena suasana ibadah di masjid yang berdiri sejak tahun 1933 tersebut mirip seperti di Tanah Air.

Hal yang menurutnya berbeda ialah banyaknya warga negara asing yang ikut salat serta tidak adanya hewan qurban seperti sapi, kambing, atau domba yang berada di area masjid.

"Ya lucu juga ternyata tidak ada hewan qurbannya, kalau di Indonesia kan banyak sekali (hewannya). Itu saja yang membedakan sih, kalau suasananya masih terasa mirip di rumah," katanya menerangkan.

Dalam hari raya kali ini saudara kembar Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri ini juga mendapat pesan semangat dari kedua orang tuanya di Magelang, Jawa Tengah.

Orang tuanya berharap agar Bagas-Bagus bisa tetap fokus menjalani pertandingan membela Indonesia di kancah internasional serta menjaga performa dengan baik.

"Kalau misalnya sedang tanding Bapak selalu pesan supaya fokus saja, tidak perlu memikirkan yang di rumah, semua baik-baik saja. Itu yang selalu ditekankan Bapak kepada kami kalau sedang mengabdi untuk negara," ujar Bagas menceritakan. (ant/dwi)
top