suarasurabaya.net

Muhaimin Dampingi Jokowi saat Peresmian KA Jakarta-Soetta Jadi Tanda Tanya
Laporan Jose Asmanu | Rabu, 03 Januari 2018 | 08:51 WIB

Muhaimin Iskandar Ketum PKB duduk bersama Joko Widodo Presiden di Kereta Api Jakarta-Soetta yang baru diresmikan kemarin, Selasa (2/1/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Perlakuan istemewa Joko Widodo Presiden kepada Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB saat peresmian Kereta Api Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), selasa (2/1/2018), menjadi perhatian publik dan beberapa pengamat politik.

Muhaimin yang hadir dalam peresmian itu turut mendampingi ketika Presiden menekan tombol sirine menandai telah diresmikannya pengoperasian KA Jakarta-Bandara Soetta.

Muhaimin berdiri di samping presiden bersama Mentri BUMN dan Mentri Perhubungan, Dirut KAI, Angkasa Pura, Gubernur Banten, dan Gubernur DKI Jakarta.

Bahkan saat presiden kembali ke Jakarta dengan kereta api yang beru diresmikan, Ketua Umum PKB itu juga mendapat perlakuan istimewa, duduk di kursi yang ada di samping presiden. Peristiwa tidak biasa ini memunculkan berbagai spekulasi dari pengamat.

Ada yang berpendapat, Muhaimin diperlakukan demikian karena mempunyai saham di KA Bandara. Ada juga yang menyebut, ini merupakan sinyal bahwa Jokowi akan menjadikan tokoh muda NU tersebut sebagai wakilnya pada Pilpres 2019.

Siti Zuhro, peneliti dan pengamat politik senior LIPI berpendapat, perlakuan istimewa ini untuk menaklukkan Muhaimin. Kata dia, masih terlalu dini kalau disebut sebagai isyarat Jokowi akan berpasangan dengan Muhaimin pada Pilpres 2019, meskipun bisa saja terjadi.

"Dalam peta politik, PKB merupakan partai koalisi yang yang sampai sekarang belum mengeluarkan pernyataan mendukung Jokowi untuk periode ke dua. Berbeda dengan teman koalisi Golkar, Nasdem, PPP, dan PDI Perjuangan yang menyatakan dukungannya," katanya.

Kepada wartawan, Jokowi beralasan, dia sengaja mengajak Muhaimin Iskandar saat peresmian KA Bandara Soetta karena sudah lama tidak bertemu. Sedangkan Muhaimin adalah teman baiknya.

Sementara, Muhaimin Iskandar ketika dihubungi melalui poonselnya, Rabu (3/1/2018), mengatakan, tidak ada yang istimewa dalam pertemuan tersebut.

"Hanya silaturahmi biasa, tidak ada deal politik apa-apa," katanya. Muhaimin pun berkelakar, targetnya pada Pilpres mendatang bukan hanya wakil (presiden), tapi presiden.(jos/den)
top