suarasurabaya.net

Ketua KPPS TPS 19 Pacarkeling: Kerja 24 Jam Lebih, Istirahat Kurang
Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 25 April 2019 | 11:50 WIB

Thomy Heru Siswantoro (47) Anggota KPPS TPS 19 Kelurahan Pacarkeling akhirnya dimakamkan di Pemakaman warga Karanggayam Teratai, Surabaya pada Kamis (25/4/2019) pagi. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Thomy Heru Siswantoro (47) Anggota KPPS TPS 19 Kelurahan Pacarkeling akhirnya dimakamkan di Pemakaman warga Karanggayam Teratai, Surabaya pada Kamis (25/4/2019) pagi. Sebagaimana diketahui, Thomy meninggal setelah sebelumnya sempat sakit sesak napas pascabertugas sebagai anggota KPPS dalam pemilu 2019 lalu.

Gunawan Ketua KPPS TPS 19 Pacarkeling yang menjadi rekan bertugas Thomy mengatakan, jam kerja yang terhitung lebih dari 24 jam menjadi masalah tersendiri yang ia dan petugas lain hadapi selama menjadi petugas KPPS. Ia juga bercerita, Thomy mulai mengeluh sakit sesak nafas menjelang selesainya proses pengerjaan berita acara pada Kamis (18/4/2019) pagi.

"Pas jam 6 pagi tanggal 18 (April, red) itu, kita selesai penghitungan dan pembuatan berita acara di TPS. Itu pak Thomy sudah mengeluh sakit dan saya minta istirahat. Sedangkan yang lain sampai lanjut. Saat itu sudah 24 jam lebih dimulai dari tanggal 17 (April, red) kemarinnya," ujar Gunawan ketika ditemui di rumah duka pada Kamis (25/4/2019).

Ia mengenang, pada saat tanggal 16 April 2019, Thomy sudah sempat merasakan sakit pada saat pengambilan logistik di kelurahan. Namun, pada tanggal 17 April 2019, Thomy nampak sehat dan siap menjalankan tugas. Saat itu, Thomy bertugas sebagai petugas presensi di TPS 19 Pacarkeling.

"Selama proses di TPS, semua anggota saya minta giliran istirahat. (Tapi, red) gak ada gelombang-gelombang itu. Ya paling kalau capek, bisa istirahat 15 menitan. Terus bertugas lagi," ungkapnya.

Arnoldus Jansen Joemantoro anak tunggal Thomy mengatakan, sebelumnya mendiang bapaknya tidak memiliki riwayat sakit sesak napas. Baru setelah usai bertugas menjadi anggota KPPS pada Pemilu 2019 lalu, Thomy mengaku sesak napas dan kelelahan. Selain anak semata wayangnya, Thomy juga memiliki seorang istri bernama Maria Madgalena Lastri yang turut mengantarkan kepergian Thomy di pemakaman warga yang tak jauh dari rumahnya. (bas/dwi/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Drop Pasca Pemungutan Suara, Anggota KPPS Pacarkeling Meninggal Dunia
  • top