suarasurabaya.net

Petugas Pemilu di TPS 28 Optimistis Partisipasi PSU Tidak Buruk
Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 27 April 2019 | 12:29 WIB

Suasana di TPS 28 Kelurahan Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, saat pelaksanaan pemungutan suara ulang, Sabtu (27/4/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Syamsul Anam Ketua PPS Rungkut Menanggal mengatakan, masyarakat cukup antusias menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 28 Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Sabtu (27/4/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun suarasurabaya.net, hingga pukul 11.00 WIB sudah ada 150 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Syamsul optimistis, angka ini akan terus bertambah dan bisa melampaui jumlah pada pemungutan sebelumnya.

Pada PSU di TPS 28 ini, ada empat jenis pemilihan yang dipungut ulang suaranya. Di antaranya pemilihan Presiden, DPR RI, DPRD Jatim, dan DPD. Ada sebanyak 269 warga yang masuk DPT dan 9 DPK di TPS ini.

"Kami sudah dapat 150-an dari 278. Ini lebih dari separuh. Yang kemarin itu total ada 215. Seperti ketentuannya, PSU sampai jam 13.00 WIB. Kami berharap (partisipasi pemilih) akan lebih banyak (dari pemungutan suara 17 April, red)," kata Syamsul.

Sementara itu, Nur Syamsi Ketua KPU Surabaya yang meninjau langsung ke TPS 28 menilai PSU yang digelar hari ini berlangsung lancar. Dia pun yakin, tingkat partisipasi pada PSU ini tidak jauh berbeda dengan pemungutan sebelumnya dan bahkan bisa lebih.

"Kalau dibilang tingkat partisipasi PSU menurun dan dihakimi itu kurang optimal, saya rasa tidak. Karena kemarin dilakukan pada hari yang diliburkan. Sekarang tidak. Sementara di satu sisi, memilih itu adalah hak. Tentu kita sebagai pelaksana UU tidak bisa memaksakan, dan hanya bisa menyampaikan informasi dan imbauan," jelasnya.

Adapun faktor dilakukannya PSU di TPS 28, kata dia, karena ditemukannya bentuk pelanggaran. Yaitu ada 6 pemilih ber KTP non Surabaya ikut mencoblos pada 17 April lalu namun tidak membawa formulir A5.

"Ini bagian resiko yang harus dihadapi ketika mereka bertugas di kota-kota besar dengan mobilitas yang cukup tinggi," kata dia. (ang/den)
top