suarasurabaya.net

PKS: Menjadi Oposisi untuk Menjalankan Logika Demokrasi
Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:58 WIB

Muhamad Sohibul Iman Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Muhamad Sohibul Iman Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, pilihan partainya untuk tetap menjadi partai oposisi karena menjalankan logika dasar demokrasi.

"Sebetulnya masalah pilihan oposisi justru PKS ini menjalankan logika demokrasi saja. Bahwa di dalam demokrasi kepantasannya ada oposisi. Dalam kondisi sekarang, banyak partai lain tidak memilih oposisi. Kalau PKS juga seperti itu, kan nanti tidak ada oposisi," ujarnya di sela mengisi pembekalan para calon anggota DPRD di Jatim, Minggu (18/8/2019).

Sohibul Iman mengatakan, pilihan oposisi merupakan bentuk menghidupkan kembali tradisi pasca kontestasi dalam politik yang fair.

"Kami ingin menghidupkan tradisi dalam pertarungan (politik) itu ada yang menang dan kalah. Jadi ketika kalah ya terima kekalahan itu, dan kemudian berjuang kembali. Jangan kemudian kalah, lalu nemplok ke yang menang," katanya.

Sohibul Iman juga menanggapi santai terkait munculnya Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang didirikan oleh Anis Matta mantan Presiden PKS. Menurut Sohibul Iman, kehadiran Garbi bagi PKS tetap menjadi tantangan di kontestasi Pemilu 2024.

"Silakan saja, negeri ini memang terbuka membentuk parpol. Kalau ditanya apa berpengaruh bagi PKS pasti dong, karena ceruk pemilihnya sama partainya makin banyak, pasti berebut. Tapi insayaallah dengan ruh perjuangan PKS sekarang, kemudian juga strategi yang selalu PKS lakukan untuk perbaikan, insyaallah yakin, hadirnya parpol parpol yang lain itu justru menjadi tantangan kami menjadi lebih serius lagi," katanya.

Terkait adanya beberapa kader PKS yang mulai menyeberang ke Garbi, Sohibul Iman mengaku tak mempersoalkan itu.

"Sebetulnya PKS tidak perlu melakukan apa-apa, karena dalam Undang-Undang, orang tidak bisa jadi anggota sekaligus dalam dua partai," katanya. (bid/dwi)
top