suarasurabaya.net

Nawawi Pomolango Capim KPK Greget Melihat KPK Sekarang yang Biasa-Biasa Saja
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 11 September 2019 | 13:17 WIB

Nawawi Pomolango Capim KPK dalam uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Komisi Hukum atau Komisi III DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fit and Proper Test digelar selama dua hari yaitu 11 dan 12 September 2019.

Nawawi Pomolango Capim KPK yang berlatar belakang sebagai hakim melihat KPK sekarang ini masih banyak persoalan diantaranya soal penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengaudit KPK dengan Wajar Tanpa Perkecualian (WTP), maupun soal penyitaan aset.

"Masih banyak persoalan di internal KPK misalnya dengan penilaian BPK, yaitu WTP, itu ada persoalan internal di dalam situ misalnya penyitaan asset. Saya kurang lebih sudah 30 tahun sebagai hakim punya motivasi ingin jadi Pimpinan KPK, karena saya ingin ada digarda terdepan untuk pemberantasan korupsi," ujar Nawawi dalam uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Nawawi juga mengaku greget melihat KPK sekarang yang mempunyai kewenangan lebih, tapi hasil kinerjanya biasa-biasa saja.

"Saya greget melihat KPK sebagai lembaga yang super power, sangat extraodinary dan dengan kompetensi yang luar biasa tapi kenapa hasilnya biasa-biasa saja. Oleh sebab itu saya ingin menjadi Pimpinan KPK," tegasnya.

Kalau menjadi pimpinan KPK, dia akan membangun sistem yang konsentrasinya terhadap pencegahan dan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai materi-materi pendidikan di tingkat dasar hingga tinggi untuk membangun budaya anti korupsi.

"Ini bukan soal alat kewenangannya lagi tapi soal profesionalisme dan bagaimana skill manajerial dari pimpinan itu sendiri," jelas dia.(faz/iss/ipg)
top