suarasurabaya.net

Keyakinan Whisnu Sakti Buana di Antara Orang Baru dan Orangnya Ibu
Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 13 September 2019 | 17:22 WIB

Whisnu Sakti Buana mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Wali Kota di Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya Jalan Setail, Jumat sore (13/8/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Whisnu Sakti Buana mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Wali Kota di Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya Jalan Setail, Jumat sore (13/8/2019). Whisnu meyakini rekomendasi DPP akan jatuh pada kader sendiri.

Whisnu mengaku tidak merasa terganggu dengan rumor rekomendasi DPP akan jatuh pada sosok yang disebut orangnya ibu Risma atau orang yang disokong Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

Bagi Whisnu, rekomendasi DPP akan jatuh pada kader terbaik PDI Perjuangan. Sebab, sesuai mekanisme sosok yang akan diusung PDIP di Pilwali harus kader yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai.

"Kita tidak pernah berfikir orang orangan. Tidak ada istilah orang baru, atau orangnya ibu (Ibu Risma, red), atau orangnya siapa. Bahwa nanti yang direkom oleh DPP PDI Perjuangan adalah kader terbaiknya," ujar Whisnu saat memberikan pernyataan pers di Kantor DPC PDIP Surabaya.

Whisnu mengatakan, sebagai kader partai, dia menaati mekanisme partai dengan mengambil formulir dan mengambalikan formulir pendaftaran. Dia juga akan terus turun ke masyarakat untuk menjaring aspirasi dengan visi membumikan Trisakti dan Pancasila dalam membangun Surabaya. Persoalan direkom atau tidak, semua dia terima sebagai hikmah dari perjuangan.

"Saya yakin dengan itu, untuk PDI Perjuangan akan lebih baik dan ada hikmahnya. Jika pun hikmah itu tidak saya terima, saya yakin anak cucu saya yang mendapatkan hikmahnya," tegas Whisnu.

Sekadar diketahui, Wakil Wali Kota Surabaya ini datang mrngembalikan formulir pendaftaran disertai dokumen sebagai syarat yang ditentukan partai. Formulir Whisnu diterima langsung oleh Adi Sutarwijono Ketua DPC PDIP Surabaya. Whisnu datang sekitar pukul 15.00 WIB diarak oleh pendukungnya dan diiringi sholawat saat masuk Kantor di Jl Setail tersebut.

Adi Sutarwijono memberikan sambutan, kalau kedatangan Whisnu mengembalikan formulir ini sebagai contoh baik bagi kader partai. Proses politik ini bisa menjadi pembelajaran baik bagi kader PDIP.

"Siang ini DPC PDIP Surabaya menerima mas Whisnu Sakti Buana mengembalikan formulir. Ini merupakan teladan yang baik, mengambil formulir sendiri dan mengantar sendiri," katanya. (bid/tin/iss)
top