suarasurabaya.net

Haries Purwoko Maju Lagi Jadi Bacalon Wakil Wali Kota Surabaya 2020
Laporan Denza Perdana | Sabtu, 14 September 2019 | 21:39 WIB

Haries Purwoko Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur berniat maju sebagai calon wakil wali kota Surabaya untuk Pilkada 2020 mendatang. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Haries Purwoko Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur berniat maju sebagai calon wakil wali kota Surabaya untuk Pilkada 2020 mendatang.

Dia mengambil formulir dan langsung mengembalikannya bersama berkas-berkas kelengkapan pendaftaran di DPD PDI Perjuangan Jatim, Sabtu (14/9/2019). Hari ini memang hari terakhir pendaftaran.

"Alhamdulillah, kami sudah daftar lewat PDI Perjuangan. Bismillah, semoga perjuangan kami untuk menjadikan Surabaya kota metropolitan kelas dunia, yang pro wong cilik, diridhoi Allah SWT," kata Haries.

Dia berterima kasih kepada PDIP yang sudah membuka ruang luas bagi semua elemen masyarakat, yang ingin mendaftar jadi kandidat di pesta demokrasi tahun depan.

"Selanjutnya, saya akan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan PDI Perjuangan dan patuh terhadap apapun yang diputuskan DPP PDI Perjuangan," ujar Haries.

Haries Purwoko yang pernah maju sebagai calon wakil wali kota pada Pilwali 2015 silam mengaku mendapat dorongan dari sejumlah elemen masyarakat agar maju kembali di Pilkada Serentak 2020.

Kalau 2015 lalu dia sempat akan mendaftar mendampingi Dhimam Abror sebagai bakal calon wali kota yang diusung Partai Demokrat, kali ini dia maju melalui PDI Perjuangan.

"Kita semua berpandangan sama, kemajuan yang sudah dicapai Surabaya di bawah kepemimpinan PDI Perjuangan di era Pak Bambang DH sampai Bu Risma harus dilanjutkan. Tidak boleh Surabaya mundur lagi," katanya.

Dia pun berjanji, akan berjuang mewujudkan Surabaya sebagai kota kelas dunia dengan karakter keindonesiaan yang tak tercabut dari akarnya.

"Surabaya kota dengan besaran ekonomi terbesar kedua di Indonesia harus tumbuh. Maju meroket, dengan tidak satupun yang namanya rakyat kecil atau kaum marhaen yang tertinggal," kata pria yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim itu.(den/dwi)
top