suarasurabaya.net

Setujui Revisi UU KPK, PPPI: Jokowi Ibarat Sedang Menggali Kuburnya Sendiri
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 18 September 2019 | 19:15 WIB

Khoirul Umam Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pemerintah dan DPR telah mengesahkan Undang-Undang KPK hasil revisi. Terkait dengan hal tersebut, Khoirul Umam Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) menyebut kalau Joko Widodo Presiden ibarat sedang menggali kuburnya sendiri.

"Yang terjadi saat ini adalah Joko Widodo Presiden sedang menggali kuburnya sendiri. Kenapa begitu, kita masih ingat 9 Mei kemarin pak Jokowi sudah mengatakan bahwa di periode dua ini saya sudah tidak mempunyai beban dan ternyata fakta beban dimaksud adalah salah satunya ditunjukan dengan memiliki keberanian yang surplus untuk melakukan perubahan terhadap undang undang KPK dan implikasinya sangat fatal," ujar Umam dalam diskusi bertema "Membaca Strategi Pelemahan KPK : Siapa Yang Bermain?" di gedung ITS Tower, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Menurut Umam, sebagian mungkin mengatakan that?s fine (tidak masalah), hanya beberapa variabel, tetapi memiliki dampak domino yang cukup signifikan disana.

"Pada saat yang sama, karena ini sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, saya kembali mengingatkan istana kepresidenan kenapa menggali kubur sendiri, karena bagaimanapun juga presiden itu adalah sebagai nakhoda dari agenda pemberantasan korupsi," jelasnya.

Kata dia, setiap penindakan yang menyangkut dengan elit-elit yang berada di lingkup pemerintahan, pasti presiden diberi tahu oleh KPK. Ini akan menyangkut menteri menteri A, B atau menteri C dan sebagainya.

"Dan selama ini kita memahami bahwa KPK adalah instrumen yang paling efektif untuk menjaga stabilitas koalisi dan menjadi instrumen yang bisa mengendalikan partai politik," tegasnya.

Dengan sekarang otoritas KPK diperlemah maka, menurut Umam, sebenarnya presiden sedang menyerahkan kartu truf nya kepada partai-partai politik.

"Dan kita akan melihat pada tahun ketiga ketika UU ini sudah berjalan, maka loyalitas partai politik terhadap Jokowi akan mengalami kegamangan disana," kata Umam.(faz/dwi)
top