suarasurabaya.net

Maju Pilkada Tuban 2020, Kepala Dinas ESDM Jatim Siap Mundur
Laporan Denza Perdana | Kamis, 19 September 2019 | 16:39 WIB

Setiajit Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Setiajit Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kesiapannya mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) sebelum maju Pilkada Tuban 2020 mendatang.

"Kalau sudah proses pendaftaran (KPU), Mei tahun depan saya akan mundur dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Enggak apa-apa, saya sudah 36 tahun mengabdi," kata Setiajit, Kamis (19/9/2019).

Sesuai jadwal Pilkada Serentak 2020 dari KPU, masa pendaftaran pasangan calon Pilkada akan berlangsung 28-30 April 2020. Penetapan pasangan calon dijadwalkan pada 13 Juni 2020.

Setiajit sudah mengabdi sebagai ASN Jatim sejak 1983 silam dan akan pensiun pada 2021. Pelbagai jabatan pernah dia geluti. Selain kepala dinas dia juga pernah jadi penjabat Bupati Jombang juga pelaksana tugas Bupati Bojonegoro.

Menurutnya, semua keputusan yang pernah dia ambil selama menjabat sebagai kepala dinas, PJ, maupun Plt kepala daerah juga merupakan keputusan politik. Karena itulah dia mengaku siap maju.

Apalagi, Setiajit mengaku, sebenarnya hasrat maju menjadi salah satu calon di Pilkada Tuban ini sudah muncul sejak 10 tahun lalu. Dia tunda niatnya ini menghitung peluang politiknya saat itu.

Setelah mendaftarkan diri pada penjaringan bakal calon kepala daerah yang dibuka PDI Perjuangan Jatim beberapa waktu lalu, hari ini, Kamis (19/9/2019), Setiajit mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

"Saya juga sudah komunikasi dengan partai selain PDIP. Karena untuk maju kepala daerah ini peluangnya memang dengan kendaraan partai. Saya sudah komunikasi dengan PKS, Golkar, juga Gerindra," katanya.

Setiajit mengklaim, dia juga sudah menyampaikan niatnya ini kepada Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Dia bilang, Gubernur Perempuan pertama di Jawa Timur itu merestuinya.

"Saya restui, gitu kata ibu. Beliau pegang kepala saya. Terus Ibu juga bilang, 'saya menang loh di Tuban'," katanya menirukan pernyataan Khofifah. Restu Khofifah pun menambah optimismenya.

Pria kelahiran Merakurak, Tuban, itu mengaku berhasrat maju karena dia sebagai putra daerah Tuban dia merasa pembangunan di Tuban belum dinikmati penuh oleh masyarakatnya.

Tidak hanya mendapat restu dari Khofifah, Setiajit juga mengaku mendapat dorongan maju dari sejumlah tokoh masyarakat dan sejumlah tokoh agama di Tuban. "Kiai juga sudah saya datangi," katanya.

Namun, di Pilkada Tuban 2020 mendatang, langkah Setiajit bisa dibilang tidak gampang. Dia akan bersaing dengan sejumlah tokoh yang cukup mapan di kabupaten tempat Pertamina-Rosneft akan membangun kilang minyaknya itu.

Beberapa tokoh itu di antaranya Fredy Ardliyah Syah putra Fathul Huda Bupati Tuban sekarang. Lalu ada Noor Nahar Hussein Wakil Bupati Tuban. Juga Nuruddin Ali adik kandung Fathul Huda.

Selain nama-nama itu, sejumlah nama lainnya yang juga akan maju adalah Aditya Halindra Faridzky, putra Haeny Relawati Rini Widiastuti mantan Bupati Tuban sebelum Fathul Huda.

Di PDIP sendiri, Setiajit saat ini juga sedang bersaing dengan belasan bakal calon bupati lainnya untuk memperebutkan rekomendasi PDIP. Di antaranya Eko Wahyudi Ketua Arus Bawah Jokowi, lalu Adi Widodo, juga Agus Maimun Ketua Karang Taruna Jatim, dan Afwan Maksum.

Nama lain yang berebut rekom DPP PDIP antara lain Gatot Prayogo, Mohammad Imam Solikin, Warih Satria Setiawan, Muchamad Chamim, Gunawan yang merupakan Bendahara Partai Gerindra, Suryo Widodo, Raymond Inti Wirawan, Santoso, Yasmiatun, Sujali, Aang Sutam, Fredy Ardliyah Syah, dan Amir Burhanuddin.(den/iss)
top