suarasurabaya.net

Paspamres, TNI dan Polri Simulasi Kedatangan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR
Laporan Muchlis Fadjarudin | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 18:49 WIB

Paspampres, TNI dan Polri menggelar simulasi kedatangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di gedung DPR/MPR, Sabtu (19/10/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Paspampres, TNI dan Polri menggelar simulasi kedatangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di gedung DPR/MPR, Sabtu (19/10/2019). Simulasi ini baru sebatas iring-iringan mobil Presiden dan Wapres terpilih tersebut.

Selain simulasi iring-iringan mobil untuk Presiden dan Wapres, juga ada iring-iringan untuk mobil tamu undangan, mulai dari kepala negara, utusan khusus dan para Dubes.

Simulasi itu mulai dari mobil masuk dari pintu gerbang depan gedung DPR/MPR, masuk ke halaman gedung, sampai turun di gedung Nusantara tempat berlangsungnya acara pelantikan.

Selama acara berlangsung, mobil-mobil tersebut juga telah diatur di mana posisi menunggunya. Pasukan Paspampres bermotor dan bersenjata yang akan mendampingi mobil Presiden dan Wapres terpilih terus stand by di dekat mobil sampai acara pelantikan selesai dan meninggalkan gedung DPR/MPR.

Sebelumnya Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI menegaskan, pengamanan mulai dilaksanakan pada Kamis (17/10/2019). Pasukan juga sudah masuk ke wilayah-wilayah sesuai tanggung jawabnya.

Menurut Panglima, total pasukan yang diturunkan adalah 30 ribu personil, termasuk polri yang akan mengamankan sebanyak tiga ring saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019.

"Pasukan yang dilibatkan 30 ribu, dengan susunan tugas, ring satu dilaksanakan dibawah tanggung jawab Paspampres. Ring dua dibawah tanggung jawab TNI, dan ring tiga adalah dibawah tanggung jawab gabungan antara TNI-Polri dan unsur lainnya," ujar Hadi dalam konferensi pers usai apel pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Sedangkan obyek yang akan diamankan, kata Hadi, diantaranya adalah personel Presiden, Wakil Presiden dan keluarganya. Kemudian tamu-tamu dari luar negeri, kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus.

"Pengamanan tersebut mulai dari saat kedatangan, diperjalanan sampai dengan tempat hotel maupun Wisma. Selanjutnya pengamanan berikutnya adalah dari wisma sampai ke gedung DPR MPR semua menjadi tanggung jawab," jelasnya.

Berikutnya, kata Panglima, adalah pengamanan terhadap sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden termasuk tamu negara. Kemudian beberapa tempat yang menjadi konsentrasi diantaranya adalah gedung DPR MPR itu sendiri dengan Perimeter yang sudah ditentukan.

Selain itu, menurut Hadi, ada beberapa titik kritis yang harus diperkuat, termasuk istana Presiden. Wilayah-wilayah lain yang menjadi konsentrasi petugas untuk pengamanan diantaranya adalah tempat-tempat ekonomi contohnya Glodok, kemudian Jembatan Tiga dan lain sebagainya.

"Termasuk yang harus kita pertebal adalah wilayah-wilayah bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusumah serta obyek-obyek vital diantaranya adalah PLN Gandul, tempat-tempat logistik Pertamina dan tempat-tempat yang lain yang kita anggap perlu untuk diamankan," tegasnya.(faz/bid)
top