suarasurabaya.net

Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Santri Sidoarjo Akan Sujud Syukur di Alun-Alun
Laporan Denza Perdana | Minggu, 20 Oktober 2019 | 11:13 WIB

Rizza Ali Ketua Gerakan Pemuda Ansor dan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo saat pawai di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (20/10/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Rizza Ali Ketua Panitia Pawai Santri Nusantara mengatakan, puluhan ribu santri Sidoarjo akan melakukan sujud syukur setelah pawai di Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (20/10/2019).

"Karena hari ini bersamaan dengan pelantikan presiden, para peserta Pawai Santri Nusantara nanti akan bersama-sama sujud syukur," ujarnya ketika ditemui suarasurabaya.net.

Rizza yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor dan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo itu mengatakan, sujud syukur itu akan dilaksanakan bersama-sama di lapangan Alun-Alun Sidoarjo.

"Selain untuk mensyukuri penetapan Hari Santri Nasional setiap tahunnya, juga mensyukuri dilantiknya Wakil Presiden yang merupakan suara dari para santri di Indonesia," ujarnya.

KH Maruf Amin, Mantan Rois Aam Nahdlatul Ulama, yang terpilih menjadi Wakil Presiden Periode 2019-2024 mendampingi Joko Widodo, menurut Rizza, merupakan representasi para santri.

Rizza berharap, pelantikan Joko Widodo-Maruf Amin yang akan berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta nanti siang bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sesuai jadwal, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR/DPD RI Senayan itu akan berlangsung nanti sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Sekitar 33 ribu santri dari 18 kecamatan di Sidoarjo mengikuti Pawai Santri Nusantara di Alun-alun Sidoarjo. Pawai ini menjadi puncak perayaan Hari Santri Nasional kelima tahun 2019 di Sidoarjo.

Para peserta pawai menampilkan beragam dekorasi lambang maupun ikon dari kecamatan masing-masing. Ada salah satu kelompok santri yang bawa dekorasi logo Nahdlatul Ulama lengkap dengan bola dunia dari logam yang bisa berputar.

Peserta pawai juga membawa dekorasi yang menampilkan kekhasan budaya masing-masing kecamatan. Misalnya santri dari Kecamatan Waru membawa kubah yang bagian luarnya tertempel sandal. Lalu santri dari Kecamatan Tanggulangin membawa dekorasi dari tas dan koper.(den/iss/rst)
top