suarasurabaya.net

PanglimaTNI: Papua Berpotensi Konflik di Pilkada Serentak 2020
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 06 November 2019 | 14:30 WIB

Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI di ruang rapat Komisi I, gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI. Rapat diantaranya membahas soal pengamanan Pilkada serentak pada tahun 2020 nanti.

Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI menjelaskan kalau Pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah.

"Pilkada serentak tahun 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah yang terdiri dari 9 provinsi 37 kota dan 224 Kabupaten," ujar Panglima di ruang rapat Komisi I, gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut Hadi, potensi kerawanan dalam pengamanan Pilkada terdapat pada aspek penyelenggaraan, aspek kontestasi dan aspek partisipasi.

Kata dia, daerah yang berpotensi konflik diperkirakan terjadi di Papua karena isu Sara, konflik horisontal, maupun politik uang.

"Adapun daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu Sara, konflik horizontal dan politik uang adalah wilayah Papua," jelasnya.

Kata dia, untuk tahapan Pilkada serentak dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober 2019 sampai dengan 23 September 2020.

Sebagaimana yang dilaksanakan pada pengamanan Pilkada serentak yang lalu, menurut Hadi, TNI akan dilibatkan sesuai dengan tahapan Pilkada tersebut.

"Guna mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak tersebut TNI menyiagakan personel dan alutsista untuk perbantuan kepada Polri, sesuai dengan Undang-Undang dan aturan yang berlaku pada Pemilu yang lalu. TNI mengerahkan kekuatan sebesar 2 per 3 dari kekuatan yang dikerahkan oleh Polri," pungkas Hadi.(faz/iss/rst)
top