suarasurabaya.net


Polemik Stadion GBT Surabaya

Ketua DPRD Surabaya Damaikan Kadispora dan Fraksi Golkar
Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 08 November 2019 | 17:51 WIB

Arif Fathoni Ketua Fraksi Golkar (kanan) dan Afghani Wardhana Kadispora bersama pimpinan DPRD usai musyawarah. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Polemik soal Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat sidak Menpora, yang mencuatkan wacana penggunaan hak interpelasi oleh Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya kepada Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, berakhir damai.

Kedua belah pihak yang sempat miskomunikasi telah bertemu untuk bermusyawarah di ruang Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya, Jumat (8/11/2019).

Mereka adalah Afghani Wardhana Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya, Edi Santoso Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora, Arif Fathoni Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya, dan Agung Prasodjo Anggota Fraksi.

Musyawarah ini dimediasi oleh pimpinan DPRD Surabaya, yaitu Adi Sutarwijono, Laila Mufidah, AH Thony, dan Reni Astuti.

"Saya bersyukur, polemik yang ramai di media massa, pihak diselesaikan dengan musyawarah. Jalan ini yang dianjurkan oleh Tata Tertib DPRD Surabaya. Model musyawarah seperti ini juga sesuai corak kepribadian bangsa kita yang Pancasilais," ujar Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya.

Polemik soal Stadion GBT bermula saat kunjungan Zainuddin Amali Menpora ke stadion kebanggaan arek-arek Suroboyo itu pada Minggu (3/11/2019). Saat itu, Zainuddin Amali batal masuk karena stadion dalam keadaan terkunci.

Kehadiran Zainuddin sendiri untuk mengecek fasilitas di Stadion GBT yang bakal menjadi salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kejadian itu membuat Fraksi Partai Golkar memunculkan wacana penggunaan hak interpelasi kepada Walikota Risma. Namun, polemik ini mereda dan berakhir damai.

"Hari ini kita duduk bersama, bicara dari hati ke hati, merajut saling pengertian dan memahami peristiwa tersebut. Semuanya saling legowo. Kesimpulannya, ke depan, kita semua harus saling meningkatkan koordinasi, supaya miskomunikasi dan miskoordinasi tidak terulang lagi," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Adi mengatakan, musyawarah antar pihak yang sempat miskomunikasi, hari ini menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan seluruh jajaran di Surabaya dalam menyambut Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"DPRD bersama Pemkot Surabaya bertekad untuk menggolkan Kota Pahlawan ini sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Kita semua ingin bila Surabaya sukses menjadi tuan rumah event dunia. Masyarakat Surabaya dan para pencinta sepak bola pasti bangga melihat Surabaya semakin menjadi kota berkelas internasional dan bisa membawa harum nama bangsa di pentas dunia," jelas Adi. (bid/iss/ipg)
top