suarasurabaya.net

Ahmadi Noor Supit: Tak Ada Intervensi Jokowi Atas Mundurnya Bamsoet
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 04 Desember 2019 | 12:36 WIB

Ahmadi Noor Supit Ketua Tim Pemenangan Bambang Soesatyo. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Ahmadi Noor Supit Ketua Tim Pemenangan Bambang Soesatyo mengungkapkan, mundurnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar sama sekali tidak ada campur tangan dari Joko Widodo Presiden. Kata Supit, Presiden bersikap netral dengan tidak terlibat langsung dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

"Tidak ada sama sekali intervensi ataupun perintah dari Joko Widodo Presiden untuk meminta Bamsoet mundur. Seperti beberapa kali dilontarkan Presiden, beliau tidak akan mencampuri urusan Munas ataupun internal Partai Golkar," ujar Supit kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Supit menjelaskan, Selasa pagi (5/12/2019) dirinya bersama Bamsoet dan Nusron Wahid bertemu dengan Airlangga Hartarto yang ditemani Agus Gumiwang di daerah Blok M Jakarta Selatan. Setelah itu, Bamsoet bersama Airlangga bertemu dengan Luhut Binsar Panjaitan Menko Kemaritiman dan Investasi di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi. Turut hadir Aburizal Bakrie Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

"Salah satu alasan Bamsoet mengundurkan diri untuk melakukan rekonsiliasi di tubuh Partai Golkar. Kita sepakati bersama dilakukan rekonsiliasi antara tim Bamsoet dan Tim Airlangga agar Partai Golkar makin kuat dan bisa mengembalikan kejayaannya," kata dia.

Supit menjelaskan, alasan lain Bamsoet mundur untuk mendinginkan suhu politik yang memanas di Partai Golkar jelang Munas. Selain, guna meredam isu perpecahan internal di Partai Golkar yang dikhawatirkan akan berimbas kepada suhu politik nasional.

"Bamsoet sekali lagi membuktikan diri, mampu menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi. Bamsoet rela mundur agar suasana politik Tanah Air bisa kembali dingin dan kondusif," jelas Supit.

Lebih jauh, Supit berharap upaya rekonsiliasi Partai Golkar pasca Munas dapat berjalan baik. Sehingga soliditas dan keutuhan Partai Golkar bisa terjaga.

"Penyatuan dua 'gerbong' antara Tim Bamsoet dan Tim Airlangga menjadi salah satu tugas utama Airlangga jika terpilih lagi sebagai Ketum Partai Golkar. Kita harapkan rekonsiliasi yang dilakukan berjalan baik dan memuaskan semua pihak," pungkas Supit. (faz/iss/ipg)
top