suarasurabaya.net

Hindari Gaduh, Arya Sinulingga Berharap DPR Tidak Bentuk Pansus Jiwasraya
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 15 Januari 2020 | 17:40 WIB

Arya Mahendra Sinulingga Staf Khusus Menteri BUMN. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Arya Mahendra Sinulingga Staf Khusus Menteri BUMN mengatakan kalau pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk menarik investor melalui anak perusahaan PT Asuransi Jiwasraya.

Dengan masuknya investor, maka uang nasabah yang terkena dampak gagal bayar dari PT Asuransi Jiwasraya bisa dibayar.

Untuk itu, Arya berharap, DPR tidak membentuk Pansus Jiwasraya, karena akan membuat investor menunggu.

"Kami berharap supaya mekanisme bisnis ini tidak terganggu oleh mekanisme-mekanisme lainnya, bisa jalan dengan baik, bukannya ada politikus mengatakan wah bukan hak anda untuk menolak membuat pansus. Ya kami tahu itu haknya DPR, tidak mungkin kami menolak tapi kalau bisa jangan sampai sejauh itu (membentuk Pansus)," ujar Arya dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan Fraksi Partai NasDem DPR RI di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Menurut Arya, kegaduhan politik lewat Pansus akan membuat investor takut dan menunggu proses politik kasus Jiwasraya selesai terlebih dulu.

"Nanti investornya mau masuk takut. Nanti kalau kita bikin itu (Pansus), nanti gaduh akhirnya investornya menunggu selesai dulu urusan politiknya baru dia masuk," jelasnya.

Arya mengatakan kalau investor tidak masuk, maka uang untuk mengembalikan ke nasabah juga akan terlambat.

"Nanti uangnya terlambat lagi, nanti dikejar-kejar sama nasabah lagi," ujar dia.

Kata Arya, tanpa ada Pansus, pihaknya siap menjelaskan perkembangan demi perkembangan penanganan kasus Jiwasraya kapanpun dengan DPR.

"Tapi kami siap mekanisme apa yang dibuat DPR, apakah memanggil kami dua minggu sekali atau gimana. Kan yang penting terpantau, ini hukum, jalan bisnisnya jalan, teman-teman DPR juga jalan memanggil kami sering-sering. Mana nih supaya bisa dipertanggungjawabkan nasabah, dengan nasabah berapa dapat uangnya, PP nya udah keluar belum, yang dibutuhkan apalagi supaya DPR bisa menekan secara politik supaya beres. Kan enak itu, tapi mekanisme yang tidak riweh atau ramai," tegasnya.

Arya berharap DPR, nasabah dan semua pihak mendukung BUMN dalam menyelesaikan kasus Jiwasraya.

"Jangan dibuat ribut-ribut nanti tidak baik. Kalau uang nggak kembali-kembali, nggak apa-apa diributin," pungkas Arya.(faz/dwi/rst)

top