suarasurabaya.net

Presiden Berharap Pilkada 2020 Bebas dari Politik SARA dan Hoaks
Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 25 Januari 2020 | 06:10 WIB

Joko Widodo Presiden menyampaikan pidato dalam acara Pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura periode 2019-2024, Jumat (24/1/2020) malam, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden pada Jumat (24/1/2020) malam menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura masa bakti 2019-2024, yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Presiden mengajak seluruh Kader Partai Hanura ikut menjaga stabilitas politik nasional, mengingat tahun 2020 ada pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak.

"Tahun ini ada pilkada serentak di 270 daerah. Saya titip, marilah kita menjaga supaya pilkada di daerah berjalan aman, damai, bermartabat, dan demokratis," kata Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan harapan, kontestasi politik tidak lagi dikacaukan dengan hal-hal negatif seperti penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hingga fitnah dan ujaran-ujaran kebencian.

"Jangan sampai ada lagi politik SARA, stop. Jangan lagi ada hoaks, jangan lagi ada ujaran-ujaran kebencian, jangan lagi saling fitnah, saling hujat menghujat. Saya yakin ini bisa dimotori oleh Partai Hanura," imbuhnya.

Menurut Presiden, situasi yang kondusif sangat diperlukan bagi setiap negara untuk melakukan pembangunan. Untuk itu, stabilitas politik dan keamanan menjadi sangat penting untuk dijaga bersama.

"Situasi yang kondusif itu sekarang sangat diperlukan sekali, stabilitas politik dan keamanan sangat diperlukan oleh negara mana pun, termasuk Indonesia. Karena kita masih memiliki pekerjaan-pekerjaan besar, agenda-agenda besar yang harus diselesaikan dengan cepat," ungkapnya.

Di hadapan ribuan Kader Partai Hanura, Presiden juga menyampaikan soal penyederhanaan regulasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah melalui omnibus law.

Setelah menyerahkan draf omnibus law tentang perpajakan, Presiden menuturkan, pemerintah akan mengajukan draf omnibus law Cipta Lapangan Kerja ke DPR minggu depan.

"Itu dalam rangka persaingan, kompetisi negara kita dengan negara-negara lain agar kita lebih fleksibel, lebih lincah, lebih kompetitif dalam hal apa pun. Karena sekarang ini dan ke depan bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Indonesia tentu ingin jadi negara yang cepat," jelasnya.

Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Hanura kepada pemerintah. Ia juga menyampaikan selamat bagi DPP Partai Hanura masa bakti 2019-2024 yang telah dikukuhkan.

"Terima kasih atas dukungan Hanura selama ini kepada pemerintah. Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada Dewan Pengurus Pusat Partai Hanura masa bakti 2019-2024. Selamat bekerja," tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain,Ma'ruf Amin Wakil Presiden, Bambang Soesatyo Ketua MPR, La Nyalla Mattalitti Ketua DPD, Mahfud Md Menko Polhukam, Yasonna Laoly Menkum HAM, Tito Karnavian Mendagri, Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan.(rid/ipg)
top