suarasurabaya.net

TKN: Umumkan Kabinet Bayangan Saat Elektabilitas Prabowo Turun, Dipastikan Tidak Dongkrak Suara
Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 16 Februari 2019 | 15:14 WIB

Ilustrasi. KH Ma'ruf Amin saat berada di perayaan Harlah NU ke 93 dan Milad Ponpes Al Muhajirin ke 26 di Purwakarta, Sabtu (16/2/2019). Foto: Tim Kampanye Nasional (TKN) 01.
suarasurabaya.net| Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin menanggapi enteng terkait rencana pengumuman kabinet bayangan Prabowo. Hasto Kristiyanto Sekretaris TKN 01 mengatakan, semua lembaga survei yang kredibel menempatkan elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf jauh di atas Prabowo-Sandi.

"Umumkan kabinet bayangan dalam situasi tertekan tidak pas secara momentum, dan juga tidak mudah mencari tokoh hebat. Mengapa? Yang mau dipasang masuk dalam kabinet bayangan pasti mikir-mikir, karena selain peluangnya menipis, namanya hanya dipakai sebagai alat dongkrak popularitas Prabowo, dan itu belum tentu berhasil," kata Hasto dalam edaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (16/2/2019).

Hasto juga meminta kubu Prabowo-Sandi untuk segera mengumumkan nama-nama itu secara resmi.

"Silahkan Pak Prabowo, umumkan saja dalam minggu-minggu ini. Pasti nama2 yang masuk tidak terlepas dari loyalis mereka seperti Fadli Zon, Ratna Sarumpaet, Achmad Dani, Neno Warisman. Sementara nama-nama yang memiliki kompetensi tinggi akan berpikir 1000 kali sebelum namanya dimasukkan. Sebab umumkan calon kabinet saat elektabilitas Prabowo turun dipastikan tidak dongkrak suara," katanya.

Berbeda dengan Pak Jokowi, kata dia, pemahaman Jokowi atas berbagai persoalan bangsa, dan bagaimana Indonesia kedepan, menjadikannya sangat memahami bagaimana struktur dan komposisi kabinet kerja ke depan.

"Beliau saat ini melakukan scanning dan profiling atas putra-putri terbaik bangsa yang nantinya akan menjalankan tugas sebagai pembantu presiden," lanjutnya.

Scanning dan profiling itu menurutnya jauh lebih penting, dan bersifat tertutup, teliti, serta sesuai skala prioritas kebutuhan.

"Menangkan pilpres dulu dan bangun koalisi yang kuat dan efektif, agar pemerintahan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin ke depan jauh lebih kuat karena dukungan rakyat dan dukungan parlemen di atas 67 persen," imbuhnya. (wil/iss)
top