suarasurabaya.net

Jokowi Akan Sampaikan Hasil Kerja, Prabowo Siap Mengkritik dalam Debat Capres Seri Kedua
Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 16 Februari 2019 | 19:50 WIB

Joko Widodo Presiden didampingi Pramono Anung Seskab dan Teten Masduki Koordinator Staf Khusus memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Joko Widodo calon presiden nomor urut 01 menyatakan siap menjalani debat seri kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), besok malam, Minggu (17/2/2019), di Hotel Sultan, Jakarta.

Calon presiden yang berstatus petahana itu bilang, akan menyampaikan hasil kerja pemerintah selama empat tahun berjalan, di sektor sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, dan infrastruktur.

Jokowi mengaku sudah menyiapkan data-data yang berkaitan dengan tema debat, sehingga bisa menjelaskan kepada masyarakat apa yang selama ini dikerjakan pemerintah.

"Besok kan temanya infrastruktur, maka akan saya sampaikan apa yang sudah dikerjakan, juga masalah energi akan saya sampaikan yang sudah dilakukan. Begitu juga soal pangan, data-data yang ada akan saya sampaikan," ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Sementara itu, di tempat terpisah, Harryadin Mahardika Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden nomor urut 02 mengatakan, Prabowo Subianto akan mengkritisi sejumlah sektor pemerintahan Jokowi.

Menurutnya, masalah swasembada pangan, stabilitas harga, kebijakan impor, kemudian persoalan energi dan air, adalah beberapa isu yang akan ditekankan Prabowo.

Sekadar diketahui, debat antarcapres besok bertema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Nantinya, debat antara Joko Widodo versus Prabowo Subianto yang dimulai pukul 20.00 WIB, dipandu Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki selaku moderator.

Ada tujuh panelis yang sudah menyusun pertanyaan dan isu sesuai tema untuk dieksplorasi para calon presiden dalam debat seri kedua.

Masing-masing Sudharto Hadi pakar lingkungan Universitas Diponegoro (Undip), Joni Hermana Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Arif Satria Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Nur Hidayati Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Kemudian, Irwandy Arif ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Agustiawan pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Dewi Kartika Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria. (rid/iss)
top