suarasurabaya.net

Cerita Sutradara Ludruk Jogo Suroboyo Mengarahkan Kapolrestabes Surabaya
Laporan J. Totok Sumarno | Minggu, 20 Januari 2019 | 14:00 WIB

Meimura sutradara naskah ludruk lakon Jogo Suroboyo (kaos putih) saat mendirect Kombespol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Meimura sutradara naskah ludruk lakon Jogo Suroboyo menyampaikan tak sulit mengarahkan Kapolrestabes Surabaya.

Ternyata tidak sulit mengarahkan Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya bermain ludruk meskipun beliau bukan asli Surabaya.

Meimura sutradara Ludruk lakon Jogo Suroboyo yang dijadwalkan melibatkan Kapolrestabes Surabaya sebagai satu diantara pemainnya, membenarkan hal itu.

Dari beberapa kali latihan yang dilaksanakan dan langsung dihadiri para pemain, termasuk Kapolrestabes Surabaya, seluruhnya lancar.

"Pak Kapolres malah cepat adaptasi dengan naskah, maupun dengan bloking panggung, termasuk dengan pemain lainnya. Jadinya latihan memang lebih gampang dan lancar," terang Meimura, Minggu (20/1/2019).

Meskipun sesekali harus mengulang adegan, kata Meimura, penampilan Kombespol Rudi Setiawan termasuk lumayan bagus meskipun belum pernah main ludruk.

"Beliau koperatif sekali, dan lancar memahami naskah termasuk pengadeganan. Ini juga mendapat respon bagus dari pemain lainnya. Okelah," tambah Meimura.

Meimura berharap untuk penampilan lakon Jogo Suroboyo yang dijadwalkan dipentaskan Minggu (20/1/2019) malam di Balai Budaya Surabaya, dapat tampil sesuai harapan dan tanpa kendala berarti.

Ludruk lakon Jogo Suroboyo berkisah tentang spirit untuk bersama-sama menjaga kota Surabaya yang harua dilestarikan dan disampaikan pada generasi penerus bangsa.

"Karena spirit menjaga surabaya itu sejatinya memang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan indonesia, hingga hari ini. Oleh karena itu sangat tepat Bapak Kapolrestabes ikut tampil pada lakon ini," pungkas Meimura sutradara.(tok/iss)
top