Radio Suara Surabaya, Rabu (13/3/2019). " /> Radio Suara Surabaya, Rabu (13/3/2019). " />

suarasurabaya.net

Pohon Terkenal, Hadirkan Lika-liku Kehidupan Taruna Taruni Akpol
Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 13 Maret 2019 | 21:55 WIB

Kunjungan Laura Theux, Raim Laode dan Hafiz Pribadi (pengisi original soundtrack) ke Radio Suara Surabaya, Rabu (13/3/2019). Foto: Didik tim Grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pemain film "Pohon Terkenal" berkunjung ke Suara Surabaya Media untuk menyapa pendengar Radio Suara Surabaya, Rabu (13/3/2019). Selain itu kunjungan Laura Theux, Raim Laode dan Hafiz Pribadi (pengisi original soundtrack) ke Surabaya ini, dalam rangka promo film "Pohon Terkenal" dan meet and greet di salah satu mal di Surabaya.

"Haloooo kawan pendengar Suara Surabaya," sapa Raim Laode satu diantara pemain film "Pohon Terkenal" yang berperan sebagai Johanes.

Raim Laode mengatakan, film ini merupakan film pertama Divisi Humas Polri dan film pertama bagi Akpol di Indonesia.

Kata Raim, istilah "Pohon Terkenal" ini adalah istilah yang sangat terkenal di pendidikan berbasis semi militer seperti Akpol dan Tentara.

"Kalau di angkatan "Pohon Terkenal" ini sebutan bagi taruna yang gemar membuat masalah misal saat apel dia terlambat terus," kata Raim saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Namun, lanjut dia, secara garis besar film "Pohon Terkenal" ini bercerita tentang cinta dan persahabatan yang berlatar belakang di Akpol Semarang. Diantaranya juga tentang perjuangan mimpi.

"Ini juga sebagai perwujudan kalau yang menempuh pendidikan di akademi militer ini bukan hanya dari Jawa saja tapi juga dari seluruh warga Indonesia," ujar dia.

Kata Raim, film ini juga menceritakan bagaimana upaya kedua Akpol laki-laki dan perempuan ini untuk menjaga hubungan percintaan di sela-sela aturan yang tidak tidak mengijinkan untuk pacaran.

"Ada banyak kode etik yang tidak membolehkan untuk pacaran saat pendidikan," ujar dia.

Sementara itu, Laura Theux yang berperan sebagai Ayu dalam film tersebut menceritakan karakternya sebagai anak jenderal yang harus jadi panutan teman-temannya.

"Ayu di sini masuk Alpol karena tuntutan orang tua dan kemudian dia baru mengerti kenapa orang tuanya ingin dia masuk Akpol," ujar dia.

Laura menambahkan, pesan lain dari film ini, yang pasti mengajarkan pada semua orang untuk lebih bersyukur pada hidupnya masing-masing. Banyak orang di luar sana yang mengejar cita-citanya dengan susah payah karena dia yakin suatu saat pasti terwujud.

Laura menceritakan pengalaman menariknya saat membangun chemistry dengan para Akpol Semarang. "Jadi dalam film ini sebenarnya pemainnya cuma 5 sisanya sekitar 95 persen ini Akpol asli semua. Jadi saya merasa bangga bisa temenan sama mereka," katanya.

Untuk mendalami karakter, lanjut Laura, para pemain film ini harus dikarantina selama 5 hari sebelum syuting dimulai. Mereka merasakan langsung kegiatan para Akpol mulai dari pagi sampai malam.

Berbeda dengan Laura, Raim yang cenderung memerankan karakter komedi ini mengatakan, lebih banyak belajar terkait perbedaan dialog atau logat antara dirinya sehari-hari dengan Akpol yang logat Jawa.

Laura juga menceritakan, kalau dia sempat mengajukan pertanyaan pada para Akpol mengapa mereka bisa bertahan di tempat seperti ini selama 4 tahun. Apalagi mereka dilarang menggunakan alat komunikasi setiap waktu.

"Saya takjub dan merasa kalau perjuanganku tidak ada apa-apanya dibanding mereka ketika mereka bilang kalau masuk di Akpol ini susah. Seleksi dari ribuan orang dan dibiayai pemerintah. Apalagi setelah lulus sudah langsung mendapatkan jabatan. Jadi ya gak apa-apa kita bertahan meski 4 tahun," ujar dia.

Film "Pohon Terkenal" besutan sutradara Monty Tiwa ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 21 Maret 2019 mendatang. (dwi/rst)
top