suarasurabaya.net

Rona Pesona, Bukti Batik Tak Cuma Buat Sandang
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 18 Juli 2019 | 15:41 WIB

Rona Pesona buktikan Batik tak cuma untuk kebutuhan sandang. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Batik memang tak sekadar untuk kebutuhan sandang semata. Komunitas Batik Lukis Jawa Timur, menggelar pameran Rona Pesona yang sekaligus ingin memberikan edukasi masyarakat bahwa batik dapat dipakai sarana ekspresi diri.

Pameran ini adalah juga satu diantara eksistensi Komunitas Batik Lukis Jawa Timur yang terus berkreasi dan berinovasi sejak pertama kali disatukan pada pameran bersama tahun 2016 lalu di House of Sampoerna.

Keinginan kuat 11 seniman batik untuk menciptakan harmonisasi warna dan teknik yang beragam terlihat pada hasil karya yang ditampilkan.

Seniman batik lukis, pada prosesnya harus mampu menggabungkan kemampuan melukis dan membatik dengan mengaplikasikan malam panas dan melalui proses penglorotan. Karya yang diciptakan tidak hanya memiliki estetika seni namun juga memiliki filosofi yang penuh makna.

Motif yang digoreskan dalam batik lukis pada pameran kali ini terinspirasi dari hal-hal yang ada di sekitar masyarakat, seperti keindahan alam, kehidupan masyarakat Jawa maupun cerita legenda.

The Hidden Garden of Sun Flower karya Diah Gardenia bercerita tentang keindahan alam yang terwujud dalam keeksotisan bunga matahari sebagai latar inspirasi.

Sedangkan Suharwedi lebih memilih mengangkat cerita tentang Aji Saka, legenda Jawa pada karya berjudul Dotosowolo dan Podojoyonyo. Dan Q Sakti Laksono memilih menciptakan lukisan abstrak dipadu dengan unsur etnik dan warna yang cerah.

Ada juga karya dari Basuki Ratna Kurniawan, Budi Wuryanto, Guntur Sasono, Imam Subandi, Nanang Suprayitno, Prima Klampis, Pengky Gunawan, dan Tjiplies Pudji Lestari dengan sentuhan motif yang masing-masing berbeda, tapi tetap penuh keindahan.

Guntur Sasono Ketua Pameran Rona Pesona menyampaikan bahwa kali ini pameran memang ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Batik tidak melulu untuk kebutuhan sandang. Lebih dari itu, Batik bisa menjadi ekspresi diri.

"Kami emang ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Batik tidak hanya untuk sandang saja. Batik bisa menjadi ruang ekspresi yang juga penuh keindahan, oleh karenanya Batik juga bisa diapresiasi termasuk di koleksi," terang Guntur Sasono, Kamis (18/7/2019).

Sementara itu ditambahkan Rani Anggraini Manager House of Sampoerna diharapkan dari pameran Rona Pesona dapat menunjukkan kekayaan budaya Indonesia kepada mata dunia lewat kunjungan wisatawan atau turis asing ke pameran ini.

"Harapan kami semoga penampilan Rona Pesona ini mampu memberikan semangat pada seniman Batik lukis untuk terus menghasilkan karya-karya yang pada akhrinya juga menjadi semakin diminati masyarakat luas," pungkas Rani.

Rona Pesona dijadwalkan digelar di Galeri Paviliun House of Sampoerna mulai Kamis (18/7/2019) sampai dengan Sabtu (10/8/2019).(tok/ipg)
top