suarasurabaya.net

TAI Bawa Bomber Perempuan ke Bandung
Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 22 Juli 2019 | 15:50 WIB

Ilustrasi
suarasurabaya.net| Peristiwa Bom Gereja di Kota Surabaya, yang satu diantara bomber pelakunya perempuan mengilhami Teater Api Indonesia (TAI) Surabaya memantaskan lakon Max di Selasar Sunaryo Bandung, Selasa (23/7/2019).

Bagi Luhur Kayungga Sutradara TAI yang memproduksi Max untuk pementasan di Selasar Sunaryo, Bandung, perempuan adalah sosok yang halus, sebagai Ibu, dan peristiwa Bom Gereja di Surabaya mengoyak perspektif tentang sosok perempuan.

"Bagi orang Timur, orang Indonesia, orang Jawa, sosok perempuan adalah sosok yang halus, juga sebagai Ibu, tapi peristiwa Bom Gereja di Kota Surabaya sangat mengoyak, sangat menghancurkan sosok perempuan itu sendiri. Bahkan membawa serta anak-anak. Ini sangat mengejutkan, dan ini yang menjadi keprihatinan," terang Luhur.

Doktrin yang kebablasan, lanjut Luhur, memang pada akhirnya menciptakan manusia-manusia yang menghalalkan segala cara, pikiran-pikiran yang kehilangan nalar, juga kegilaan-kegilaan tanpa batas.

"Inilah yang meresahkan. Pada lakon Max, keresahan itu ditampilkan, dimunculkan sebagai bentuk perenungan mendalam tentang kegilaan yang sangat luar biasa. Seperti apa, silahkan hadir dan saksikan sendiri," kata Luhur, Senin (22/7/2019).

TAI dengan lakon Max dijadwalkan menjadi satu diantara penampilan pada Festival Teater Tubuh yang digelar oleh Teater Payung Hitam bekerja sama dengan Selasar Sunaryo, Bandung, pada Selasa (23/7/2019).

Festival Teater Tubuh, selain menghadirkan Teater Api Indonesia (TAI) juga mengundang Yayasan Lanjong dari Kutai Kertanegara, Teater Hitam Putih dari Padang Panjang, Teater Refrain Maumere dari Flores Timur.(tok/ipg)
top