suarasurabaya.net

Rilis Awal 2020, Film Anak Garuda Diperkuat Soundtrack dari Band Cokelat
Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 07 September 2019 | 18:52 WIB

Jumpa pers film "Anak Garuda" di Tunjungan Plaza, Surabaya pada Sabtu (7/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Lagu "Anak Garuda" besutan Band Cokelat memperkuat nilai nasionalisme dan semangat pantang menyerah dalam film "Anak Garuda" karya sutradara Faozan Rizal.

Film yang akan rilis pada awal 2020 ini bercerita tentang perjuangan tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Mereka akhirnya mampu mengelola divisi usaha di sekolah SPI dengan omzet miliaran rupiah.

Ketujuh alumni inspiratif itu adalah Olfa, Robet, Yohana, Dila, Sayyidah, Wayan, dan Sheren. Berawal dari latar belakang keluarga miskin bahkan yatim-piatu, mereka belajar membangun tim dan persahabatan di Sekolah SPI.


Jumpa pers film "Anak Garuda" di Tunjungan Plaza, Surabaya pada Sabtu (7/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ronny Febry Nugroho Bassis Band Cokelat mengatakan, kisah nyata perjuangan anak-anak muda di Sekolah SPI menjadi alasan utama band yang telah berumur 23 tahun itu mau mengisi original soundtrack (OST) di film itu.

"Saat Cokelat melihat sinopsis dan kejadian yang benar-benar terjadi, (Kisah mereka di Sekolah SPI, red) ini menginspirasi orang banyak. Orang Indonesia yang pinter banyak, yang cerdas banyak, yang terdidik banyak, tapi orang Indonesia yang kehidupannya menginspirasi orang lain itu sedikit. Pada saat pintu masuk, sampai kita pulang (di Sekolah SPI, red), kita terinspirasi," ujar Febry saat jumpa pers film "Anak Garuda" di Tunjungan Plaza, Surabaya pada Sabtu (7/9/2019).

Menurutnya, sekolah SPI memiliki banyak hal yang perlu dibagian ke orang lain. Bahkan, bassis band Cokelat ini menyebut, perjalanan mereka selama 23 tahun bermusik di tanah air tak sebanding dengan mereka.

"Saat datang ke sana, kita ngerasa kalau Ko Jul (Insiator Sekolah SPI, red) bilang kita legenda, gak sih. Kita tuh gak ada apa-apanya dibanding mereka," katanya.

Febry mengaku, Band Cokelat selama ini memang fokus pada lagu-lagu yang mampu menggerakkan jiwa nasionalisme. Ketika mereka bertemu dengan Yohana Yusuf, Executive Director Butterfly Pictures dan berbincang tentang proyek film ini, Febry mengaku Cokelat langsung tertarik dan ingin terlibat.

"Kita terlibat buat ngisi soundtrack. Ternyata SPI udah punya lagu. Judulnya anak garuda. Pas saya denger, wah ini Cokelat banget nih. Cokelat banget. Wah ini Indonesia banget. Anak garuda itu Indonesia banget," jelasnya.

Band Cokelat akhirnya sepakat untuk mengaransemen ulang lagu karya Julianto Eka Putra (Ko Jul) tersebut dalam gaya rock alternatif. Lagu ini telah dirilis pada platform streaming musik online Joox dan Spotify sejak 16 Agustus 2019 lalu.

Sebagai informasi, film ini diproduksi oleh Butterfly Pictures, rumah produksi yang merupakan divisi usaha terbaru di sekolah SPI yang fokus pada produksi film. Film ini diproduseri oleh Verdi Solaiman yang selama ini dikenal sebagai aktor kawakan Indonesia. Sutrarada dipercayakan kepada Faozan Rizal. (bas/bid)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Anak Garuda Pengalaman Pertama Verdi Solaiman Produseri Film
  • top